Jakarta (Kronikdaily.com) – Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menjatuhkan sanksi kepada Asosiasi Sepak Bola China (CFA) sebulan jelang duel melawan Timnas Indonesia.
Pertandingan tersebut menjadi bagian dari ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yang akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 5 Juni 2025.
Sanksi berupa denda muncul buntut pelanggaran China di Piala Asia U-20 2025, saat melawan Arab Saudi pada 22 Februari lalu di Shenzhen. AFC menyatakan pemain Timnas U-20 China menggunakan perlengkapan tak sesuai regulasi.
Menurut rilis resmi AFC, peralatan pelacakan elektronik yang pemain China kenakan menampilkan logo pabrikan, elemen dekoratif, dan iklan sponsor. Perangkat itu melanggar Pasal 21.2.5 tentang Regulasi Peralatan AFC.
Akibatnya, AFC menjatuhkan denda 3.000 USD atau sekitar Rp50 juta kepada CFA. Mereka wajib membayar denda tersebut dalam waktu 30 hari sejak keputusan keluar.
AFC juga mengingatkan China soal potensi sanksi yang lebih berat jika pelanggaran serupa terjadi kembali. Tak hanya CFA, Arab Saudi juga menerima sanksi identik karena melakukan pelanggaran yang sama di laga yang sama.
Sementara itu, Timnas Indonesia tak mendapat hukuman selama berlaga di Piala Asia U-20 2025, meskipun gagal melaju dari fase grup. Meski sanksi itu tidak berdampak langsung pada laga melawan Indonesia, situasi tersebut cukup mengganggu persiapan tim China.
Laga antara Indonesia melawan China pada 5 Juni 2025 sangat krusial. Hasilnya bisa menentukan langkah kedua tim menuju Piala Dunia 2026. Tim asuhan Shin Tae-yong tengah fokus mematangkan strategi demi mengamankan poin di kandang.
AFC terus memperketat regulasi teknis di setiap turnamen, termasuk terkait perlengkapan pemain. Setiap asosiasi sepak bola kini harus lebih disiplin untuk menghindari hukuman administratif yang bisa mengganggu persiapan tim.











