Kronikdaily.com (Jakarta) — Harga emas dunia kembali mencetak sejarah baru pada awal pekan ini. Logam mulia melonjak ke rekor tertinggi seiring lonjakan minat aset safe-haven global.
Ketegangan geopolitik internasional mendorong investor beralih ke emas, perak, dan platinum. Logam mulia lain juga mencatatkan harga tertinggi sepanjang masa.
Harga Emas 24 Januari 2026: Antam dan Pegadaian Kembali Cetak Rekor
Harga Emas Dunia Pecahkan Rekor Baru
Emas spot naik tajam ke atas USD5.100 per ons pada perdagangan awal pekan. Emas spot melonjak 2% ke level USD5.077,22 per ons pada pukul 01.31 WIB.
Harga sempat menyentuh rekor tertinggi USD5.110,50 per ons sebelum terkoreksi tipis. Lonjakan itu menandai reli lanjutan emas sepanjang tahun berjalan.
Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat ikut menguat signifikan. Kontrak pengiriman Februari naik 2,1% ke USD5.082,50 per ons.
Bank Sentral dan ETF Dorong Permintaan Emas
Presiden Sprott Inc, Ryan McIntyre, menyebut ketidakpastian global menopang harga emas. Bank sentral global terus menambah cadangan emas untuk diversifikasi aset.
Pembelian emas bertujuan mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat. Arus dana investor ke ETF emas fisik juga kembali meningkat.
Kepemilikan ETF berbasis emas melonjak sekitar 20% secara tahunan. Lonjakan itu mencerminkan minat investor jangka panjang terhadap emas.
Trump dan Geopolitik Jadi Penggerak Utama
Ketegangan terbaru muncul setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump. Trump mengancam tarif 100% terhadap Kanada terkait hubungan dagang dengan China.
Kepala Riset BullionVault, Adrian Ash, menilai kebijakan Trump menggerakkan pasar logam mulia. Ia menyebut faktor Trump mendominasi sentimen logam mulia sepanjang tahun ini.
Investor ritel baru dari Asia dan Eropa ikut mendorong lonjakan harga. Mereka meningkatkan kepemilikan emas dan perak secara agresif.
The Fed dan Tekanan Suku Bunga
Pelaku pasar juga menanti rapat Federal Reserve pekan ini. The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan.
Namun, tekanan politik terhadap Ketua The Fed Jerome Powell meningkatkan ketidakpastian pasar. Trump terus mendorong penurunan suku bunga untuk merangsang ekonomi.
Suku bunga rendah menguntungkan emas karena tidak memberikan imbal hasil. Sepanjang tahun ini, harga emas melonjak hampir 18%.
Pada 2025, emas melesat hingga 64%. Tahun lalu, emas pertama kali menembus level USD3.000 dan USD4.000 per ons.
Proyeksi Harga Emas Masih Menggoda
Sejumlah analis melihat peluang kenaikan harga emas tetap terbuka. Societe Generale memproyeksikan emas mencapai USD6.000 per ons akhir tahun.
Bank tersebut menyebut proyeksi tersebut masih tergolong konservatif. Morgan Stanley mematok target optimistis di kisaran USD5.700 per ons.
Perak dan Platinum Ikut Cetak Rekor
Harga perak spot melonjak ke rekor USD117,69 per ons. Perak terakhir naik 10,2% ke level USD113,46 per ons.
Harga perak menembus USD100 sejak Jumat lalu. Aksi beli ritel dan pasokan fisik ketat mendorong reli perak.
Analis UBS Giovanni Staunovo menilai momentum perak masih kuat. Namun, harga tinggi berpotensi menekan permintaan industri.
Sementara itu, harga platinum spot naik 1,8% ke USD2.816,38 per ons. Platinum sempat menyentuh rekor USD2.918,80 per ons.
Harga paladium melonjak 5,9% ke USD2.127,68 per ons. Level tersebut menjadi yang tertinggi sejak 2022.









