Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Analis Wanti-wanti Koreksi dan BEI Awasi Enam Saham Ini

×

Analis Wanti-wanti Koreksi dan BEI Awasi Enam Saham Ini

Sebarkan artikel ini

Tekanan teknikal dan aksi ambil untung berpeluang muncul dalam waktu dekat.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Rabu. Dok ANTARA
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Rabu. Dok ANTARA

Kronikdaily.com (Jakarta) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan sejarah baru, tetapi berpeluang terjadi koreksi para perdagangan hari ini Rabu, 7 Januari 2026.

Indeks menembus level tertinggi sepanjang masa di 8.933 pada perdagangan Selasa (6/1). IHSG menguat 0,84 persen dan melanjutkan reli lima hari beruntun.

IHSG Tembus Rekor Tertinggi, Perdagangan 6 Januari 2026 Terbuka Menuju 8.900

Penguatan itu mencerminkan optimisme pasar. Namun, analis mulai mengingatkan potensi koreksi jangka pendek. Tekanan teknikal dan aksi ambil untung berpeluang muncul dalam waktu dekat.

Kenaikan IHSG terdorong aliran dana asing. Investor global membukukan net buy sekitar Rp911 miliar di pasar reguler. Saham komoditas menjadi motor utama penguatan indeks.

Simak Berita Ekonomi Lainnya 

Harga nikel dan emas global naik. Kondisi itu mendorong saham berbasis tambang bergerak agresif. Sentimen positif juga datang dari bursa Amerika Serikat yang menguat serempak.

Dari total saham yang diperdagangkan terdapat 428 saham menguat, 256 saham melemah, dan 127 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp34,16 triliun, lebih tinggi dari hari sebelumnya.

Analis Prediksi IHSG Sideways dan Rawan Koreksi

Republik Investor melihat peluang koreksi tipis. Lonjakan tajam mendorong IHSG ke area resistance psikologis. Kondisi itu meningkatkan potensi profit taking.

Analis Republik Investor, Hendra Wardana, menyebut momentum teknikal mulai melemah. Harga bergerak jauh dari rata-rata jangka pendek. Namun, tren menengah masih berada dalam fase naik.

Pelaku pasar juga bersikap hati-hati. Investor menanti rilis data ekonomi penting. Data tenaga kerja AS dan indikator domestik menjadi fokus utama.

Level Support dan Resistance IHSG

BRI Danareksa Sekuritas menilai ruang penguatan masih terbuka. Namun, pergerakan cenderung terbatas. Resistance IHSG berada di kisaran 8.947 hingga 8.972.

Support jangka pendek terbentuk di area 8.860 sampai 8.880. Analis menyarankan disiplin manajemen risiko. Dinamika geopolitik global tetap perlu diwaspadai.

Rekomendasi Saham dari Analis

Untuk perdagangan hari ini, analis membagikan sejumlah saham pilihan. Republik Investor merekomendasikan saham SRTG, SCMA, AMRT, dan SMGA.

BNI Sekuritas menyoroti saham berbasis komoditas dan transportasi. Rekomendasi harian meliputi INCO, DEWA, BUVA, IATA, BULL, dan SMDR.

Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas memilih saham dengan dukungan teknikal dan sentimen makro. Stock pick yang disorot antara lain INDY, SCMA, dan SMGA.

BEI Awasi 6 Saham dengan Pola Transaksi Tidak Biasa

Di tengah euforia pasar, Bursa Efek Indonesia meningkatkan pengawasan. BEI mencermati aktivitas transaksi enam saham yang bergerak di luar kebiasaan. Enam saham tersebut adalah BIPI, VINS, NICL, NELY, FORU, dan GRPM.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menyebut adanya indikasi Unusual Market Activity. Status UMA tidak langsung menandakan pelanggaran.

BEI saat ini terus memantau pola transaksi saham-saham tersebut. Investor perlu lebih waspada dalam mengambil keputusan.

Imbauan BEI untuk Investor

BEI mengingatkan investor untuk mencermati keterbukaan informasi emiten. Investor juga perlu menelaah respons perusahaan terhadap permintaan klarifikasi bursa.

“Selain itu, investor sebaiknya mengkaji rencana aksi korporasi yang belum mendapat persetujuan RUPS. Manajemen risiko tetap menjadi kunci utama dalam kondisi pasar yang volatil,” kata Aji.