Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Trump Luncurkan Ancaman Baru: Tarif Tinggi untuk Uni Eropa dan iPhone

×

Trump Luncurkan Ancaman Baru: Tarif Tinggi untuk Uni Eropa dan iPhone

Sebarkan artikel ini

trump-ancam-tarif-baru-uni-eropa-dan-apple

Tarif dagang impor Donald Trump. (Dok. Reuters/Carlos Barria)
Tarif dagang impor Donald Trump. (Dok. Reuters/Carlos Barria)

Kronikdaily.com (Washington) — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengguncang dunia dengan ancaman perang dagang terbaru. Ia mengumumkan rencana tarif 50% terhadap seluruh barang dari Uni Eropa mulai 1 Juni 2025.

Selain itu, Trump juga menarget Apple dengan kemungkinan tarif 25% untuk semua iPhone yang warga AS beli.

 Trump Tekan Uni Eropa Lewat Pungutan

Trump menyampaikan ancaman itu melalui media sosial. Ia kecewa dengan lambatnya progres negosiasi dengan Uni Eropa. Menurut dia, blok Eropa tidak menunjukkan itikad baik.

BACA JUGA: Panasonic PHK 10.000 Karyawan, Mau Bangkrut?

Ia menyebut Uni Eropa hanya ingin mengambil keuntungan dari AS. “Uni Eropa sangat sulit untuk kerja sama. Diskusi tidak menghasilkan apa pun,” tulis Trump di Truth Social.

 China Sempat Lepas dari Target, Kini Apple Kena Sorot

Sebelum mengancam Uni Eropa dan Apple, Trump menangguhkan tarif untuk produk China lewat kesepakatan di Jenewa. Namun kini, Apple jadi target baru.

Trump ingin Apple memindahkan basis produksinya ke dalam negeri. Faktanya, AS belum memproduksi smartphone sama sekali. Warga AS membeli lebih dari 60 juta HP per tahun. Jika Apple produksi iPhone di AS, harganya bisa naik ratusan dolar.

 Gedung Putih Harap Tekanan Mempercepat Negosiasi

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan tarif baru bisa mempercepat kesepakatan dagang dengan Eropa. Ia menekankan banyak negara sudah melakukan negosiasi secara positif, tetapi Eropa lebih lamban. “Ini langkah untuk mendorong Uni Eropa segera bertindak,” kata Bessent kepada Fox News.

 UE Belum Ambil Sikap, Negara Anggota Segera Bahas

Komisi Eropa belum menanggapi ancaman tarif dari Trump. Mereka menunggu hasil pembicaraan dengan utusan AS Jamieson Greer. Utusan dari 27 negara Uni Eropa juga akan berkumpul di Brussels untuk membahas langkah balasan.

Perdana Menteri Belanda Dick Schoof mendukung strategi Uni Eropa dalam menghadapi AS. “Kami sudah melihat sebelumnya, tarif naik-turun dalam negosiasi,” kata Schoof di Den Haag.

 Tarif 50% Picu Lonjakan Harga Konsumen

Ekonom global di Citigroup, Nathan Sheets, mengaku khawatir dengan arah negosiasi itu. Ia memperkirakan kesepakatan bisa tercapai, tetapi konflik dengan Eropa tetap jadi sorotan utama.

Jika tarif 50% benar-benar berlaku, harga produk dari Eropa akan melonjak tajam di pasar AS. Mulai dari mobil Jerman, pesawat buatan Prancis, hingga minyak zaitun Italia akan terdampak.

 Ekspor Uni Eropa ke AS Capai Ratusan Miliar Euro

Berdasarkan data Uni Eropa, total ekspor ke AS pada 2024 mencapai 500 miliar euro. Tiga negara penyumbang terbesar, yaitu Jerman (161 miliar euro), Irlandia (72 miliar euro), dan Italia (65 miliar euro).

Produk utama yang masuk ke pasar AS meliputi obat-obatan, mobil, suku cadang, bahan kimia, dan pesawat. Jika ancaman tarif Trump benar-benar terlaksana, dampaknya akan mengguncang perdagangan global.