Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

3 Langkah BI Dukungan Stabilitas Pasar Uang dan Kecukupan Likuiditas

×

3 Langkah BI Dukungan Stabilitas Pasar Uang dan Kecukupan Likuiditas

Sebarkan artikel ini

Untuk menjaga stabilitas pasar uang dan kecukupan likuiditas, Bank Indonesia melakukan beberapa langkah strategis. 

Logo Bank Indonesia di kompleks perkantoran BI Jakarta. Dok Antara
Logo Bank Indonesia di kompleks perkantoran BI Jakarta. Dok Antara

Jakarta (Kronikdaily.com) — Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memastikan kondisi likuiditas di sektor perbankan nasional lebih dari cukup.

“Secara keseluruhan, likuiditas perbankan lebih dari cukup. Terlihat dari rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (DPK) mencapai 26 persen,” ujar Perry, saat konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), beberapa waktu lalu.

Dia menyebut perkembangan DPK juga menunjukkan tren pertumbuhan yang positif sepanjang tahun ini. Untuk menjaga stabilitas pasar uang dan kecukupan likuiditas, Bank Indonesia melakukan beberapa langkah strategis.

BACA JUGA: Rekomendasi Mobil Toyota Second Harga Rp 70 Jutaan dan Hemat BBM

Langkah pertama adalah operasi moneter ekspansif, termasuk menurunkan suku bunga BI-Rate sebesar 25 basis poin pada Januari 2025. BI juga terus membuka ruang penurunan suku bunga lebih lanjut karena inflasi nasional terkendali dan pertumbuhan ekonomi perlu didorong. “Kami terus mempertimbangkan penurunan suku bunga sambil menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengantisipasi gejolak global,” ujar dia.

Langkah kedua adalah pembelian surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder untuk memperkuat likuiditas perbankan. Sejak awal tahun hingga 22 April 2025, BI membeli SBN senilai Rp80,98 triliun untuk menjaga stabilitas pasar keuangan.

Langkah ketiga, BI meningkatkan insentif kebijakan likuiditas makroprudensial bagi bank yang menyalurkan kredit ke sektor prioritas. Dia mengungkapkan BI memberikan insentif likuiditas makroprudensial mencapai Rp370,6 triliun hingga pekan kedua April 2025.

Selain itu, Bank Indonesia memperkuat implementasi rasio pendanaan luar negeri untuk memperluas sumber dana perbankan nasional. “Kami terus dorong perbankan agar memperluas pendanaan melalui penerbitan surat berharga dan pinjaman luar negeri,” kata dia.

BI menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung. Strategi itu membuat BI optimistis dapat menjaga kecukupan likuiditas perbankan dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.