Kronikdaily.com (Jakarta) — PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), perusahaan yang menaungi Alfamart, mengonfirmasi penutupan 509 gerai sejak 2024. Penutupan itu terdiri atas 400 gerai yang tutup sepanjang 2024 dan tambahan 109 gerai yang tutup hingga kuartal pertama 2025.
Presiden Direktur AMRT, Anggara Hans Prawira, mengungkapkan mayoritas gerai yang tutup berada di kawasan Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi.
Penyebab Alfamart Tutup Gerai
Anggara menegaskan penutupan ratusan toko tersebut tidak berkaitan langsung dengan performa yang buruk atau penurunan penjualan. Faktor utama penutupan gerai berasal dari masalah lokasi dan kontrak sewa yang habis masa berlakunya. “Kami tidak bisa lanjutkan sewa karena harga sewa melonjak terlalu tinggi,” ungkap Anggara di Alfa Tower, Tangerang Selatan.
BACA JUGA: Indonesia Bersiap Gunakan BBM Baru Pengganti Bensin
Ia menyebut beberapa pemilik lahan memilih menggunakan bangunan tersebut sendiri atau menaikkan tarif secara signifikan. Sebab, tidak sesuai proyeksi bisnis, perusahaan lebih memilih pindah lokasi daripada memperpanjang kontrak sewa.
Toko Sepi Jadi Pertimbangan Penutupan
Selain masalah sewa, performa toko tetap menjadi faktor dalam evaluasi keberlanjutan gerai. Jika toko menunjukkan pertumbuhan penjualan stagnan, perusahaan akan mempertimbangkan untuk menutupnya. “Kalau toko tidak berkembang, lebih baik kami tutup dan buka di lokasi yang lebih potensial,” ujarnya.
Rincian Penutupan: Alfamart, Alfamidi, Lawson, dan Dan+Dan
Dari total 109 toko yang tutup di awal 2025, rincian gerai mencakup:
57 gerai Alfamart
19 gerai Alfamidi
11 gerai Lawson
22 gerai Dan+Dan
Meski banyak gerai tutup, Anggara menyebut situasi itu bagian dari strategi optimalisasi lokasi dan efisiensi operasional.
Alfamart Ekspansi Lebih Besar
Meskipun banyak gerai tutup, Alfamart tetap agresif membuka gerai baru di berbagai wilayah Indonesia. Selama 2024, perusahaan membuka lebih dari 1.400 gerai baru. Setelah ratusan gerai tutup, Alfamart menambah 1.033 gerai secara bersih. Total keseluruhan gerai Alfamart kini mencapai 20.120 gerai.
Sementara jika gabung dengan anak usahanya seperti Alfamidi, Lawson, dan Dan+Dan, jumlahnya menyentuh 23.277 gerai.
Strategi Alfamart di Tengah Kenaikan Biaya Operasional
Dia menjelaskan biaya operasional seperti sewa dan upah minimum yang tinggi di Jabodetabek turut memengaruhi efisiensi gerai. “Kenaikan biaya di Jabodetabek tidak sebanding dengan kenaikan penjualan, maka kami evaluasi operasional,” ujarnya.
Namun, ia optimis ekspansi tetap berjalan berkat potensi pasar yang masih besar di wilayah lain. Strategi perusahaan kini fokus pada pemilihan lokasi yang lebih strategis dan efisien secara biaya.











