Kronikdaily.com (Jakarta) — Tokopedia secara bertahap membatasi sejumlah fitur penting bagi seller yang belum berpindah ke sistem TikTok Shop Seller Center terbaru. Langkah itu untuk mendorong penjual di e-commerce tersebut segera beralih ke platform terpadu Tokopedia dan TikTok Shop yang diluncurkan resmi awal Juni 2025.
Kepala Komunikasi Tokopedia dan TikTok E-commerce, Aditya Grasio Nelwan, menjelaskan pembatasan fitur itu secara bertahap. Salah satu fitur yang terkena pembatasan adalah penambahan produk baru.
“Mulai 9 Juni, banyak fitur kami turunkan perlahan agar penjual terdorong untuk pindah,” ujar Aditya di Jakarta.
BACA JUGA: UMKM Kini Bisa Kelola TikTok Shop dan Tokopedia Sekaligus
Seller Lama Masih Bisa Transaksi, Tapi Terbatas
Dia menegaskan seller lama masih bisa melakukan transaksi di Seller Center Tokopedia. Namun, ruang geraknya semakin terbatas karena fitur-fitur utama telah dikurangi. “Kami sangat menganjurkan seller segera migrasi ke sistem terpadu agar bisa terus berkembang,” lanjutnya.
Dia mengungkapkan belum semua seller menyelesaikan proses migrasi. Ia menyebut masih banyak penjual yang percaya mitos-mitos seputar sistem baru. Beberapa penjual percaya migrasi hanya berlaku bagi mereka yang memiliki toko di kedua platform. Ada juga yang mengira semua penjual wajib membuat konten video di TikTok atau wajib aktifkan metode pembayaran COD.
Selain mitos, kendala teknis juga jadi alasan beberapa penjual enggan migrasi. Proses integrasi dianggap rumit bagi sebagian seller, terutama yang belum terbiasa dengan sistem e-commerce baru. “Secara persentase belum bisa saya sampaikan, tapi mayoritas seller sudah migrasi,” ujarnya.
Migrasi Wajib Sebelum 9 Juni 2025
Integrasi antara Tokopedia dan TikTok Shop merupakan bagian dari transformasi besar usai ByteDance mengakuisisi Tokopedia dari GoTo.
Tokopedia menetapkan batas akhir migrasi penjual ke TikTok Shop Seller Center terpadu pada 9 Juni 2025. Setelah tanggal tersebut, fitur-fitur penting di sistem lama akan terus berkurang.









