Kronikdaily.com (Jakarta) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini, Senin, 5 Januari 2025. Sentimen positif muncul setelah IHSG menutup akhir pekan di zona hijau dengan lonjakan 1,17 persen ke level 8.748 pada perdagangan Jumat, 2 Januari. Penguatan itu mencerminkan dominasi aksi beli di pasar saham domestik.
Kenaikan IHSG terdorong penguatan 479 saham dari 200 saham melemah dan 131 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp22,27 triliun. Angka itu melampaui rata-rata target transaksi harian BEI 2026 hingga Rp15 triliun.
Simak Hati-hati, IHSG 29 Desember 2025 Berpotensi Melemah
Tim Riset PT BRI Danareksa Sekuritas mencatat net foreign buy Rp1,14 triliun di pasar reguler. Masuknya dana asing menandakan perbaikan sentimen risiko di awal tahun. Investor mulai kembali memburu aset berisiko.
Ruang Kenaikan Masih Ada
BRI Danareksa menilai IHSG masih berpeluang menguat terbatas. Level resistance terdekat berada di area 8.765. Pelaku pasar kini menanti rilis data inflasi dan neraca perdagangan domestik. Data tersebut berpotensi memengaruhi arah kebijakan ekonomi.
Dari sisi global, pelaku pasar mencermati ketegangan Amerika Serikat dan Venezuela. Isu geopolitik itu berpotensi meningkatkan volatilitas jangka pendek. Meski demikian, sentimen teknikal IHSG tetap berada di zona positif.
Pola Bullish Flag Terkonfirmasi
Analis WH Project, William Hartanto, menyebut pola bullish flag IHSG terkonfirmasi secara teknikal. IHSG bisa bergerak dalam rentang 8.700 hingga 8.800. Level 8.800 menjadi resistance penting.
“Peluang pembentukan all time high baru cukup terbuka. Konfirmasi pola teknikal memperkuat skenario tersebut,” ujar William.
Proyeksi Analis dan Strategi Trading
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebut IHSG mencapai target minimal. Pada skenario terbaik, indeks menguji area 8.776 hingga 8.905. Namun, potensi koreksi jangka pendek masih perlu investor waspadai dan tetap selektif.
Saham Pilihan Analis
BRI Danareksa merekomendasikan saham BRMS, BULL, dan NICL untuk akumulasi. Sedangkan, WH Project menyarankan trader mencermati saham RAJA, PNBN, ERAL, dan AKRA. Sementara BNI Sekuritas mencatat aksi beli asing dominan pada saham BUMI, BRMS, GOTO, MBMA, dan PNLF.
Untuk trading harian, merekomendasikan saham BUMI, EMTK, CUAN, CDIA, WIFI, dan HRUM dengan strategi speculative buy.
ARCI bisa menguat 1,54 persen ke Rp1.645. EMAS naik 1,35 persen ke Rp5.625. Sedangkan, saham GOTO melonjak 7,81 persen ke Rp69 setelah menembus MA20. CMRY terkoreksi 1,77 persen ke Rp5.550 akibat tekanan jual.











