Kronikdaily (Jakarta) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak variatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan awal pekan ini, Senin, 29 Desember 2025. Tekanan terjadi setelah IHSG turun 0,55 persen ke level 8.537 pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Pelaku pasar mencermati pergerakan indeks yang masih berada dalam fase pengujian arah jelang pergantian tahun.
Simak IHSG Berpotensi Terus Menguat, Analis Rekomendasi Saham ini
Tim riset WH Project menilai IHSG masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan tekanan bearish jangka pendek. Indeks saat ini memiliki area gap teknikal di level 8.554 yang tersentuh koreksi.
Analis WH Project, William Hartanto, memproyeksikan IHSG bergerak mixed dalam rentang 8.500 hingga 8.604 pada perdagangan hari ini. Sebab, tekanan jual masih mendominasi, tetapi peluang pergerakan variatif tetap terbuka.
Simak Berita Kategori Ekonomi Lainnya
Potensi Breakout Diikuti Fase Retest
William menilai IHSG berpotensi melanjutkan tren bearish dalam jangka pendek. Namun, saat terjadi breakout awal, indeks berpeluang melakukan retest sebelum menentukan arah selanjutnya.
Kondisi itu membuat pergerakan pasar cenderung fluktuatif. Investor masih menguji kekuatan indeks untuk kembali menuju area gap terdekat.
WH Project melihat peluang teknikal tetap terbuka jika IHSG mampu kembali menguat ke area gap. Dua hari terakhir perdagangan tahun ini menjadi fase krusial bagi arah indeks.
Apabila momentum penguatan berlanjut, IHSG berpeluang membentuk all time high pada awal 2026.
Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini
Untuk strategi perdagangan jangka pendek, WH Project merekomendasikan akumulasi beli pada sejumlah saham pilihan, meliputi ASII, HRTA, EMAS, dan MARK.
Saham-saham tersebut secara teknikal menarik di tengah pergerakan indeks yang fluktuatif.











