Kronikdaily.com (Shandong) — China mengejutkan dunia dengan penemuan cadangan emas berskala raksasa. Kali ini, cadangan emas ditemukan di bawah laut.
Penemuan tersebut menjadi yang pertama di China untuk kategori emas bawah laut. Pemerintah mengklaim ukurannya terbesar di Asia. Informasi itu melalui laporan media South China Morning Post pada Sabtu, 20 Desember 2025.
Simak Harga Emas 24 Desember 2025: Antam dan Pegadaian Terus Ukir Rekor Baru
Cadangan emas bawah laut itu berada di perairan lepas pantai Laizhou. Wilayah tersebut masuk Kota Yantai, Provinsi Shandong. Penemuan itu membuat total cadangan emas terbukti di Laizhou melonjak drastis. Angkanya kini menembus lebih dari 3.900 ton.
Jumlah tersebut setara sekitar 137,57 juta ons emas. Angka itu mencakup sekitar 26 persen cadangan emas nasional China.
Simak Berita Kategori Ekonomi Lainnya
Temuan terbaru itu membuat Laizhou mengukuhkan status sebagai pusat emas nasional. Wilayah itu memimpin cadangan dan produksi emas China.
Pemerintah Kota Yantai mengumumkan capaian tersebut dalam konferensi pekan ini. Agenda tersebut membahas rencana pembangunan lima tahun. Meski begitu, otoritas belum membeberkan detail volume emas bawah laut secara spesifik.
Rangkaian Penemuan Emas Perkuat Dominasi China
Penemuan bawah laut itu bukan yang pertama dalam setahun terakhir. China terus mencatat temuan emas berskala besar. Pada November lalu, China menemukan cadangan emas super-besar di Provinsi Liaoning. Cadangan terkonfirmasi mencapai 1.444,49 ton.
Kementerian Sumber Daya Alam China menyebut temuan tersebut sebagai yang terbesar sejak 1949. Pejabat China juga melaporkan temuan emas di Pegunungan Kunlun. Lokasinya dekat perbatasan Xinjiang Uygur. Estimasi cadangan emas di wilayah tersebut melampaui 1.000 ton. Angkanya setara sekitar 35,27 juta ons.
Sebelumnya, Provinsi Shandong mengklaim menyimpan seperempat cadangan emas nasional. Termasuk 3.500 ton emas di Semenanjung Jiaodong. Wilayah Jiaodong sebagai sabuk tambang emas terbesar ketiga dunia. Laizhou berada di kawasan strategis tersebut.
Rangkaian penemuan itu memperkuat strategi China di sektor logam mulia. Beijing terus mendorong eksplorasi sumber daya nasional. Cadangan emas besar memberi keuntungan ekonomi dan geopolitik jangka panjang. China semakin kokoh sebagai pemain utama emas global.











