Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Danantara Diklaim Strategis untuk Investasi Kendaraan Listrik

×

Danantara Diklaim Strategis untuk Investasi Kendaraan Listrik

Sebarkan artikel ini

LG asal Korea Selatan tidak lagi terlibat dalam proyek strategis tersebut.

INVESTASI KENDARAAN LISTRIK. Pengunjung memperhatikan kendaraan listrik yang dipajang dalam Pameran otomotif Periklindo Electric Vehicles Show (PEVS) 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, tahun lalu. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mengklaim memainkan peran penting dalam menjaga iklim investasi di sektor kendaraan listrik (EV) nasional. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY
INVESTASI KENDARAAN LISTRIK. Pengunjung memperhatikan kendaraan listrik yang dipajang dalam Pameran otomotif Periklindo Electric Vehicles Show (PEVS) 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, tahun lalu. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mengklaim memainkan peran penting dalam menjaga iklim investasi di sektor kendaraan listrik (EV) nasional. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY

Kronikdaily.com (Jakarta) — Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menegaskan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memainkan peran penting dalam menjaga iklim investasi di sektor kendaraan listrik (EV) nasional.

 Danantara Jembatani Dinamika Investasi di Industri EV

Faisol menjelaskan kehadiran Danantara sangat relevan dalam mengelola dinamika investasi sektor kendaraan listrik. Apalagi setelah LG asal Korea Selatan tidak lagi terlibat dalam proyek strategis tersebut.

“Kondisi industri itu berubah cepat. Ada investor keluar, ada yang masuk. Danantara bisa menjaga kesinambungan investasi dan produksi,” kata Faisol, di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta.

BACA JUGA: Trump Luncurkan Ancaman Baru: Tarif Tinggi untuk Uni Eropa dan iPhone

Ia menyebut Danantara mampu menjembatani kepastian produksi bahan baku hingga baterai, termasuk battery pack untuk kendaraan listrik.

 Pemerintah Tingkatkan Kepemilikan Saham Melalui Danantara

Menurut dia, pemerintah berencana meningkatkan porsi saham melalui Danantara dalam proyek joint venture hilirisasi baterai lebih dari 30 persen.

Kebijakan itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin mendorong kemandirian dan kontrol nasional atas rantai pasok kendaraan listrik.

 Proyek Hilirisasi Lanjut Tanpa LG, Kini Bersama Huayou

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menyatakan konsorsium Huayou resmi menggantikan LG dalam proyek baterai senilai 9,8 miliar dolar AS.

Presiden Prabowo menyetujui kelanjutan proyek tersebut dengan target menghasilkan baterai kendaraan listrik berkapasitas total 30 GWh. “LG sudah bangun 10 GWh, sisanya 20 GWh produksi Huayou,” kata Bahlil.

Sisa Proyek dengan Konsorsium Tiongkok

Investasi yang masuk mencapai 1,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp20,2 triliun. Huayou akan menanamkan dana hingga 8,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp145,2 triliun untuk menyelesaikan pembangunan baterai berkapasitas 30 GWh.

Proyek itu menjadi bagian penting dari upaya Indonesia menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik global.