Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Harga LPG 3 Kg di Pesisir Barat Capai Rp 50 Ribu

×

Harga LPG 3 Kg di Pesisir Barat Capai Rp 50 Ribu

Sebarkan artikel ini

Ia meminta pemerintah lebih tegas dalam distribusi gas elpiji 3 kg.

Distribusi LPG subsidi 3 kg. Dok Pertamina
Distribusi LPG subsidi 3 kg. Dok Pertamina

Krui — Harga gas bersubsidi alias LPG 3 kg di Pesisir Barat kian melambung dan peredarannya juga masih langka. Harga gas LPG 3 Kg itu sekitar Rp30 hingga Rp50 ribu per tabung.

Susi (40), warga Pekon Way Redak, mengaku berkeliling mencari gas elpiji 3 kg tetapi tidak mendapatkannya.

“Waktu saya lagi masak gas habis. Saya harus keliling cari ke warung-warung, tetapi tidak dapat. Saya rela bayar Rp40 ribu atau Rp50 ribu asal ada, tapi nyatanya barangnya tidak ada,” kata Susi, Rabu, 2 April 2025.

Selain itu, Ari (43), ibu rumah tangga di Kecamatan Pesisir Tengah, juga mengalami hal yang sama. Ia harus pergi ke Kecamatan Pesisir Selatan untuk mendapatkan gas elpiji.

“Saya baru dapat di pedagang Pekon Tanjung Setia dengan harga Rp30 ribu per tabung,” kata Ari.

Ia meminta pemerintah lebih tegas dalam distribusi gas elpiji 3 kg. “Rumah makan, vila, dan hotel jangan kasih elpiji subsidi,” tegasnya.

Sebelumnya, Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan elpiji. Namun, hasilnya belum berdampak signifikan karena kelangkaan dan harga tinggi masih terjadi.

 

Harga Kebutuhan Pokok Melambung

Selain gas subsidi, harga bahan pokok juga tengah naik. “Cabai di pasar sekarang Rp100 ribu per kg. Masyarakat semakin sulit, bukan hanya karena gas elpiji yang mahal,” kata Fis (50), warga Kecamatan Pesisir Tengah.

Dia berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan nyata, bukan hanya sidak tanpa solusi. “Warga butuh kepastian pasokan gas elpiji dan harga yang terkendali,” katanya.