Kronikdaily.com (Jakarta) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bergerak fluktuatif pada perdagangan hari ini, Senin, 12 Januari 2026. IHSG berpotensi berayun di kisaran 8.900 hingga 9.000. Pada penutupan akhir pekan, IHSG menguat tipis 0,13 persen ke level 8.936.
Penguatan tersebut terjadi dengan dukungan 359 saham yang naik terdiri dari 318 saham melemah dan 137 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi tercatat Rp27,46 triliun, lebih rendah dari sesi sebelumnya.
IHSG 9 Januari 2026 Masuk Area Kritis Usai Cetak Rekor, ini Strategi Saham Akhir Pekan
Analisis Teknikal IHSG Hari ini
Analis WH Project William Hartanto menilai IHSG mulai memasuki fase jenuh beli. Secara teknikal, IHSG membentuk resistance kuat di level 8.970. Pola tersebut terbentuk dalam tiga candle terakhir.
IHSG gagal bertahan di level psikologis 9.000. Kondisi itu memicu potensi koreksi sehat tanpa mengubah tren utama.
Dia menilai peluang penurunan masih bersifat terbatas. Tekanan berpotensi datang dari saham big caps. Saham konglomerat dan perbankan besar dinilai berpeluang menahan laju indeks.
Rekomendasi Saham WH Project
WH Project menilai sektor tambang dan energi masih menarik dicermati. Rekomendasi beli secara teknikal mengarah ke saham HRUM, NICL, ESSA, dan SMGR.
Proyeksi IHSG Versi MNC Sekuritas
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, melihat IHSG masih berada dalam fase wave lanjutan. Indeks berpotensi menguji area 9.030 hingga 9.077.
Namun, dia mengingatkan potensi koreksi jangka pendek. Area penurunan bisa menguji kisaran 8.843 sampai 8.904.
Sentimen Global dan Level Kunci IHSG
Bursa Wall Street memberikan sentimen positif. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq kompak menguat pada perdagangan terakhir.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai IHSG masih menguji support 8.895 hingga 8.916. Resistance terdekat berada di rentang 8.978 sampai 8.995.
“Ruang kenaikan IHSG relatif terbatas. Pasar menanti rilis data kepercayaan konsumen dan perkembangan konflik global,” kata dia.
Pandangan BNI Sekuritas dan Saham Pilihan
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memprediksi IHSG masih berpeluang menguat. Syaratnya, indeks mampu bertahan di atas support 8.900.
Resistance jangka pendek berada di area 8.950 hingga 9.000. Dia menyarankan strategi selektif pada saham tertentu.
Rekomend Saham Hari ini
Beberapa saham mencatat pergerakan signifikan. ARCI menguat ke level 1.695. BUVA melonjak tajam ke 1.720. BBRI terkoreksi, sementara BUMI naik tipis.
Dia merekomendasikan saham BRMS, PSKT, dan KIJA. Selain itu, memilih KPIG, BULL, PANI, NCKL, MDKA, dan INCO dengan strategi buy on weakness dan speculative buy.







