Keonikdaily.com (Jakarta) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang bergerak fluktuatif pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat, 9 Januari 2026.
IHSG sebelumnya mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level 9.002. Namun, indeks kemudian tutup melemah ke posisi 8.925 atau turun 0,22 persen.
IHSG 8 Januari 2026 Berpeluang Sentuh Level 9.000, ini Rekomendasi Saham Unggulan
Tekanan muncul seiring aksi ambil untung setelah reli panjang. Pasar juga mencermati ketidakpastian global dan pelebaran defisit APBN 2025. Sepanjang Kamis, ada 370 saham terkoreksi, 302 saham menguat, dan 138 saham stagnan.
Nilai transaksi tercatat Rp29,06 triliun, turun dari hari sebelumnya Rp36,89 triliun. Meski demikian, investor asing masih mencatatkan pembelian bersih di pasar reguler.
Analisis Teknikal IHSG
Analisis BRI Danareksa Sekuritas
Tim Riset PT BRI Danareksa Sekuritas menilai IHSG masih rawan koreksi terbatas. Tekanan muncul akibat profit taking dan sentimen eksternal.
IHSG memiliki area support di kisaran 8.895 hingga 8.910. Sementara resistance berada pada rentang 8.985 sampai 8.995.
Pasar juga menunggu rilis data kepercayaan konsumen domestik. Investor turut mencermati data non-farm payrolls dan tingkat pengangguran Amerika Serikat.
BRI Danareksa merekomendasikan strategi akumulasi beli. Saham pilihan meliputi ENRG, MINA, dan LEAD.
Analisis MNC Sekuritas
Analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memprediksi IHSG berpeluang kembali menguat. Indeks bisa berada pada fase lanjutan tren naik jangka pendek.
IHSG berpotensi menguji area 9.030 hingga 9.077. Namun, investor tetap perlu mengantisipasi koreksi ke rentang 8.843 sampai 8.904.
Support, Resistance, dan Strategi Trading
Support IHSG berada di level 8.916 dan 8.776. Resistance terdekat terletak di 8.996 dan 9.030.
MNC Sekuritas menyarankan strategi buy on weakness. Saham yang dapat investor cermati yaitu CDIA, MINA, dan ULTJ. Saham TLKM masuk dalam strategi sell on strength.











