Kronikdaily.com (Jakarta) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat sejarah baru pada penutupan perdagangan terakhir dan berpotensi berlanjut pada hari ini Senin, 19 Januari 2026. IHSG menguat 0,47 persen dan finis di level 9.075. Level tersebut menjadi penutupan tertinggi sepanjang masa di Bursa Efek Indonesia.
Pada sesi yang sama, IHSG juga menorehkan rekor intraday di area 9.100. Capaian itu menandai momentum penting setelah fase koreksi berakhir.
IHSG Cetak Rekor Sentuh 9.000, Tren Menguat Diprediksi Terjaga 15 Januari 2026
Proyeksi Pergerakan IHSG Hari Ini
Organisasi riset dan trading saham WH Project memproyeksikan pergerakan IHSG variatif. Indeks berpotensi bergerak dalam rentang 9.000 hingga 9.100.
Analis WH Project, William Hartanto, menilai level 9.000 kini berfungsi sebagai support baru. Penguatan menuju 9.100 memperkuat perubahan struktur teknikal jangka pendek.
Sinyal Teknikal Mulai Terbaca
William menjelaskan, IHSG belum memiliki resistance baru setelah mencetak ATH. Kondisi tersebut membuka ruang konsolidasi jangka pendek.
Pola doji muncul pada akhir pekan perdagangan sebelumnya. “Sinyal tersebut mengindikasikan potensi aksi ambil untung oleh pelaku pasar,” kata dia
Strategi dan Rekomendasi Saham
WH Project menilai IHSG berpeluang menguji kembali level psikologis 9.000. Uji support itu terbilang sehat untuk menjaga tren naik.
WH Project merekomendasikan aksi buy untuk saham DKFT, SMDR, dan BBTN. Sementara itu, saham BUMI mendapat rating trading sell on strength.
Untuk itu, IHSG hari ini bisa tetap berada dalam tren positif meski peluang koreksi jangka pendek terbuka. Investor sebaiknya mencermati area support dan disiplin menjalankan strategi.







