Kronikdaily.com (Jakarta) — Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat pada perdagangan hari ini, Kamis, 15 Januari 2026.
Hal itu setelah IHSG mencetak rekor tertinggi sepanjang masa dengan menembus area 9.000. Sentimen teknikal dan minimnya tekanan eksternal memberi ruang konsolidasi sehat bagi pasar saham domestik.
IHSG 14 Januari 2026 Bisa Uji Area 9.000, ini Rekomendasi Saham Terbaik
IHSG pada perdagangan Rabu, 14 Januari, sempat menyentuh level 9.049 sebelum menutup sesi di posisi 9.032. Indeks menguat 0,94 persen dan mencatatkan reli berkelanjutan sepanjang pekan. Kenaikan itu menandai fase penguatan baru setelah IHSG menembus area psikologis utama.
Aksi Beli Mendominasi Perdagangan
Penguatan indeks tertopang kenaikan 440 saham di seluruh sektor. Ada 240 saham melemah dan 128 saham bergerak stagnan. Aktivitas transaksi tercatat senilai Rp29,07 triliun, lebih rendah daripada hari sebelumnya yang mencapai Rp33,54 triliun.
Analisis Teknikal: Support Baru di Level 9.000
Tim riset WH Project menilai IHSG mengakhiri fase koreksi jangka pendek. Indeks kini menjadikan area 9.000 sebagai support baru. Dengan posisi di level tertinggi sepanjang masa, IHSG belum memiliki resistance teknikal yang jelas.
Analis WH Project, William Hartanto, memproyeksikan IHSG bergerak mixed dalam kisaran 9.000 hingga 9.100 pada perdagangan Kamis, 15 Januari. Ia menilai struktur tren tetap positif meski pasar berpotensi bergerak fluktuatif.
Akhir Pekan Pendek Dorong Pergerakan Selektif
William menilai pasar cenderung bergerak hati-hati menjelang libur nasional. Minimnya sentimen besar membuat pelaku pasar fokus pada rotasi saham dan penguatan teknikal. Level 9.000 berpotensi menjadi pijakan kuat selama tekanan jual tetap terkendali.
Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini
Dalam kondisi pasar yang cenderung menguat selektif, WH Project menyarankan strategi akumulasi bertahap. Saham pilihan yang cukup menarik pada perdagangan hari ini meliputi MBMA, ASII, KIJA, dan SSIA. Strategi buy on weakness. “Ini relevan untuk memanfaatkan volatilitas intraday,” ujarnya.
Tren naik yang masih terjaga dan support baru di atas 9.000 membuka peluang IHSG melanjutkan penguatan. Namun, pelaku pasar harus tetap disiplin mengelola risiko dan fokus pada saham berfundamental serta teknikal solid.







