Kronikdaily.com (Jakarta) — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memberikan tanggapan singkat terkait kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menimpa ratusan karyawan TikTok Shop Indonesia. Pihaknya akan meninjau kabar tersebut terlebih dahulu.
“Nanti kami kaji,” ujar Yassierli di kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta Selatan.
Ketika ditanya ulang apakah pihak TikTok Shop sudah melaporkan rencana PHK ke kementerian, Yassierli tetap memberikan jawaban serupa.
Kabar TikTok Shop Pangkas Ratusan Karyawan
Sebelumnya, muncul laporan TikTok Shop akan memangkas ratusan pekerjanya di Indonesia. Langkah efisiensi itu setelah ByteDance mengakuisisi Tokopedia dari GoTo Group.
Berdasarkan laporan Bloomberg, pemangkasan terjadi di berbagai divisi. Tim yang terdampak meliputi logistik, pemasaran, pergudangan, dan operasi. Sumber anonim menyebut gelombang PHK lanjutan kemungkinan terjadi paling cepat pada Juli 2025.
Efisiensi Usai Merger, TikTok Shop – Tokopedia Satu Entitas
Pasca-merger dengan Tokopedia, TikTok Shop berupaya menyelaraskan struktur kerja dan beban operasional. Gabungan kedua perusahaan tersebut saat ini memiliki sekitar 2.500 karyawan di Indonesia.
PHK karyawan TikTok Shop itu sebagai bagian dari strategi integrasi jangka panjang. ByteDance berusaha menciptakan efisiensi sambil tetap memperkuat kehadiran bisnisnya di sektor e-commerce nasional.
TikTok Klaim PHK Bagian Evaluasi Bisnis
Pihak TikTok menyatakan mereka secara rutin meninjau kebutuhan bisnis. Penyesuaian itu untuk meningkatkan performa organisasi dan pelayanan pelanggan. “Kami terus berinvestasi di Tokopedia dan Indonesia untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang,” kata juru bicara TikTok.
TikTok juga menekankan Indonesia tetap menjadi pasar penting dalam peta ekspansi regional perusahaan. Investasi dan inovasi terus berlangsung agar ekosistem digital tetap kompetitif.











