Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Pembatasan Promo Gratis Ongkir Cuma 3 Hari Sebulan, ini Respons Kurir dan Konsumen

×

Pembatasan Promo Gratis Ongkir Cuma 3 Hari Sebulan, ini Respons Kurir dan Konsumen

Sebarkan artikel ini

Pemerintah menetapkan promo ongkir hanya berlaku maksimal tiga hari setiap bulan.

Petugas melayani jasa pengiriman paket barang di PT Pos Indonesia Cabang Madiun, Jawa Timur. Menjelang Lebaran, jasa pengiriman barang di PT Pos Indonesia meningkat signifikan. (ANTARA/HO-Diskominfo Kota Madiun)
Petugas melayani jasa pengiriman paket barang di PT Pos Indonesia Cabang Madiun, Jawa Timur. Menjelang Lebaran, jasa pengiriman barang di PT Pos Indonesia meningkat signifikan. (ANTARA/HO-Diskominfo Kota Madiun)

Kronikdaily.com (Jakarta) — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) merilis aturan baru yang membatasi promosi gratis ongkos kirim atau ongkir dari perusahaan jasa kurir. Regulasi tersebut tertuang dalam Permen Komdigi Nomor 8 Tahun 2025 tentang Layanan Pos Komersial yang berlaku sejak Rabu, 14 Mei 2025. Pemerintah menetapkan promo ongkir hanya berlaku maksimal tiga hari setiap bulan.

 Aturan Targetkan Ongkir di Bawah Harga Pokok

Aturan itu menyasar promo pengiriman yang berada di bawah biaya pokok operasional. Termasuk potongan tarif jasa kurir dan logistik lintas kota.

Dirjen Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menyebut regulasi itu melindungi industri kurir dari perang tarif ekstrem. “Kalau terus terjadi, perusahaan merugi, kurir dibayar rendah dan kualitas layanan menurun drastis,” ujar Edwin.

BACA JUGA: Panasonic PHK 10.000 Karyawan, Mau Bangkrut?

Namun, regulasi itu tidak berlaku untuk promo gratis ongkir yang berasal langsung dari e-commerce. Pihak marketplace masih bisa memberikan promo tambahan, selama tidak memotong biaya di bawah harga pokok kurir.

 Tanggapan Kurir: Ada Harapan untuk Kesejahteraan

Toto Haryanto, kurir Lion Parcel Boyolali, belum mendapat sosialisasi resmi soal aturan ini. Namun, ia menilai kebijakan itu tidak berdampak langsung karena perusahaannya tidak bekerja sama dengan e-commerce besar.

Sebaliknya, Toto mendukung pembatasan promo ongkir. Ia berharap perusahaan bisa berbagi keuntungan lebih besar untuk kesejahteraan kurir. “Kalau dulu di Lazada saya merasakan dampak perang tarif. Volume pengiriman sempat turun drastis,” ujar Toto.

Ia berharap pemerintah menghapus sistem kemitraan dan mengangkat kurir sebagai pekerja tetap. “Saya sembilan tahun kerja kurir. Status mitra itu bikin masa depan enggak jelas,” ujarnya.

 Supervisor J\&T Solo: Efek Jangka Panjang Masih Ditunggu

Fajar, Supervisor Distribution Center J\&T Solo, menyebut kebijakan itu belum berdampak ke pengiriman harian. Menurutnya, perusahaan besar seperti J\&T memiliki basis pelanggan kuat di luar e-commerce.

Ia juga mengingatkan bayaran kurir tetap sama, meski ongkir gratis atau tidak. Ia juga berharap promosi tetap berlanjut dalam bentuk lain yang tidak merugikan kurir maupun konsumen. “Kalau paket berkurang, baru nanti mungkin ada efek ke jumlah karyawan,” katanya.

 Konsumen: Khawatir Ongkir Naik, Tapi Dukung Kesejahteraan Kurir

Sementara itu, Fransisca Andeska Gladiaventa dari Yogyakarta kerap belanja online hingga lima kali sebulan. Ia merasa fitur gratis ongkir sangat membantu, terutama untuk daerah dengan biaya kirim tinggi.

Meski begitu, ia tetap mendukung pembatasan jika bertujuan menyejahterakan kurir. Dia berharap e-commerce tetap beri potongan harga atau voucher lain yang tidak mengurangi kesejahteraan kurir. “Kadang saya lihat kurir antar sampai malam. Kasihan kalau penghasilannya kecil,” ujarnya.

 Konsumen Karanganyar: Siapkan Strategi Hemat Ongkir

Rosalia Dita dari Karanganyar belum merasakan dampak langsung kebijakan itu. Namun, ia menyiapkan strategi jika gratis ongkir dibatasi. “Saya akan beli lebih banyak sekaligus atau kirim ke alamat terdekat,” jelas Rosalia.

Ia juga mengkritik kurangnya sosialisasi dari pemerintah soal aturan ini. “Saya baru tahu setelah lihat berita. Harusnya lebih gencar menginformasikannya ke masyarakat,” ujarnya.

Pembatasan promo gratis ongkir hanya tiga hari dalam sebulan menuai beragam reaksi. Kurir menyambut baik aturan itu karena membuka harapan akan kesejahteraan.

Sementara konsumen khawatir belanja online jadi lebih mahal. Pemerintah bisa mampu menjembatani kepentingan semua pihak agar industri logistik tetap sehat dan layanan tidak menurun.