Kronikdaily.com (Bandar Lampung) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi berpeluang menguat terbatas pada perdagangan hari ini, Kamis, 18 Desember 2025. Indeks saham tutup melemah tipis 0,11 persen ke level 8.677 pada perdagangan kemarin.
Tekanan jual investor asing masih terasa dengan catatan net foreign sell mencapai Rp856 miliar. Meski begitu, sejumlah analis menilai pergerakan IHSG mulai memasuki fase konsolidasi.
Technical Analyst PT BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai pelemahan IHSG terjadi seiring keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen. Kebijakan tersebut membuat ruang gerak pasar saham cenderung terbatas dalam jangka pendek.
Secara teknikal, IHSG bergerak di rentang support 8.630 dan resistance 8.710. Pasar juga masih akan mencermati sentimen eksternal. Terutama keputusan suku bunga Bank of England dan rilis data inflasi Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi arah pasar global.
Tekanan eksternal juga terlihat dari pergerakan Wall Street yang kompak tutup melemah. Dow Jones turun 0,47 persen ke level 47.885,97, S&P 500 terkoreksi 1,16 persen menjadi 6.721,43, dan Nasdaq anjlok 1,81 persen ke posisi 22.693,32.
Untuk perdagangan hari ini, Kamis, 18 Desember, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham TINS, MAPI, dan DEWI untuk investor cermati.
Sementara itu, BNI Sekuritas dalam riset hariannya menyodorkan sejumlah saham dengan status speculative buy. Antara lain KRAS, CNMA, MAPI, ENRG, DEWA, dan NCKL, dengan area beli, target harga, serta batas cut loss guna mengantisipasi volatilitas pasar.
IHSG Berpeluang Menguat
Di sisi lain, Analis WH Project, William Hartanto, menyampaikan pandangan lebih optimistis. Dia menilai IHSG berpeluang berbalik menguat setelah bertahan di atas demand zone 8.612.
Kondisi tersebut menunjukkan pasar memasuki fase jenuh jual, menyusul pelemahan signifikan yang terjadi pada 11 Desember 2025.
Menurut William, secara teknikal candlestick IHSG belum membentuk pola tertentu dan masih bergerak dalam tren konsolidasi. “Selama indeks mampu bertahan di atas level 8.612, kondisi pasar dinilai relatif aman,” kata dia.
WH Project memproyeksikan IHSG bergerak dalam rentang 8.600–8.700 pada perdagangan hari ini. Untuk memanfaatkan potensi rebound, investor bisa mengakumulasi saham KLAS, SMDR, JPFA, dan BREN.
Kondisi pasar yang masih terpengaruh sentimen global dan konsolidasi teknikal itu bisa membuat pelaku pasar tetap selektif dalam memilih saham. Bahkan, disiplin menerapkan manajemen risiko.











