Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Produksi dan Ekspor Sawit Naik, Stok Nasional Malah Turun

×

Produksi dan Ekspor Sawit Naik, Stok Nasional Malah Turun

Sebarkan artikel ini

Total gabungan produksi CPO dan PKO tercatat 4,808 juta ton, tumbuh 16 persen dibanding bulan sebelumnya.

EKSPOR SAWIT. Pekerja memanen tandan buah segar kelapa sawit di kebun milik salah satu perusahaan kelapa sawit di Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Indonesia mengirimkan 2,88 juta metrik ton minyak sawit dan produk turunannya ke pasar internasional. Volume ekspor itu naik dari 2,56 juta ton pada periode yang sama tahun lalu. ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S
EKSPOR SAWIT. Pekerja memanen tandan buah segar kelapa sawit di kebun milik salah satu perusahaan kelapa sawit di Kecamatan Candi Laras Selatan, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Indonesia mengirimkan 2,88 juta metrik ton minyak sawit dan produk turunannya ke pasar internasional. Volume ekspor itu naik dari 2,56 juta ton pada periode yang sama tahun lalu. ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S

Kronikdaily.com (Jakarta) — Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat lonjakan produksi dan ekspor sawit pada Maret 2025.

Produksi minyak sawit mentah (CPO) mencapai 4,391 juta ton atau naik 15,9 persen dari Februari. Produksi minyak inti sawit (PKO) juga meningkat dari 354 ribu ton menjadi 417 ribu ton. Total gabungan produksi CPO dan PKO tercatat 4,808 juta ton, tumbuh 16 persen dibanding bulan sebelumnya.

Direktur Eksekutif Gapki, Mukti Sardjono, menyebutkan total produksi dari Januari hingga Maret 2025 mencapai 13,135 juta ton. Angka itu justru turun 1,8 persen daripada periode yang sama tahun lalu yang mencapai 13,379 juta ton.

BACA JUGA: LDC Resmikan Pabrik Gliserin dan Lini Pengemasan Minyak Nabati di Lampung

Konsumsi Domestik Naik Dipimpin Biodiesel

Permintaan dalam negeri juga meningkat signifikan. Konsumsi mencapai 2,146 juta ton, naik 5,61 persen dari Februari. Permintaan biodiesel menyumbang kenaikan terbesar, dari 1,003 juta ton menjadi 1,075 juta ton.

Konsumsi oleokimia naik dari 175 ribu ton menjadi 182 ribu ton, sedangkan pangan naik dari 854 ribu ton menjadi 889 ribu ton.

Konsumsi Kuartalan Naik Lebih dari 6 Persen

Secara kumulatif, konsumsi dalam negeri mencapai 6,049 juta ton hingga Maret 2025. Angka tersebut meningkat 6,04 persen daripada 5,704 juta ton pada periode yang sama tahun lalu. Rinciannya adalah pangan 2,501 juta ton, oleokimia 554 ribu ton, dan biodiesel 2,994 juta ton.

Total ekspor pada Maret 2025 tercatat 2,878 juta ton, naik 75 ribu ton daripada Februari. Namun, ekspor CPO turun drastis dari 246 ribu ton menjadi 169 ribu ton.

Ekspor olahan PKO naik dari 112 ribu ton menjadi 167 ribu ton, tumbuh 49,15 persen. Ekspor produk olahan PO juga naik menjadi 2,128 juta ton dari 2,079 juta ton. Begitu pula, ekspor oleokimia juga meningkat dari 364 ribu ton menjadi 407 ribu ton.

Negara Tujuan Ekspor

Ekspor ke China turun dari 434 ribu ton menjadi 384 ribu ton. India juga mengalami penurunan dari 387 ribu ton menjadi 271 ribu ton. Penurunan juga tercatat ke Pakistan (234 ribu ton) dan Bangladesh (147 ribu ton).

Uni Eropa dan AS Catat Kenaikan

Ekspor ke Uni Eropa naik menjadi 343 ribu ton dari 298 ribu ton. Amerika Serikat naik dari 153 ribu ton menjadi 249 ribu ton. Timur Tengah juga meningkat dari 113 ribu ton menjadi 159 ribu ton.

Harga CPO dan Kurs Dolar Menguat

Nilai ekspor Maret 2025 mencapai 3,283 miliar dolar AS atau sekitar Rp54,1 triliun. Angka itu naik 2,84 persen daripada Februari senilai 3,192 miliar dolar AS atau Rp52,15 triliun. Harga rata-rata CPO naik dari 1.232 dolar menjadi 1.251 dolar AS per ton. Nilai tukar rupiah terhadap dolar juga melemah dari Rp16.338 menjadi Rp16.474 per dolar AS.

Stok Minyak Sawit Nasional Turun di Akhir Maret

Meskipun produksi dan ekspor meningkat, stok minyak sawit nasional justru turun. Stok akhir Maret 2025 tercatat 2,036 juta ton, turun dari 2,249 juta ton pada Februari. Penurunan itu menunjukkan peningkatan konsumsi yang signifikan baik dalam maupun luar negeri.