Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Rekomendasi Saham Hari ini 7 Maret 2025, IHSG Berpotensi Menguat

×

Rekomendasi Saham Hari ini 7 Maret 2025, IHSG Berpotensi Menguat

Sebarkan artikel ini

Kenaikan IHSG kemarin tertopang penguatan 410 saham, sementara 184 saham melemah dan 201 saham stagnan.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Selasa. Dok ANTARA
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Selasa. Dok ANTARA

Jakarta (Lampost.co) — Sejumlah rekomendasi saham bisa mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada perdagangan Jumat, 7 Maret 2025. Tren itu terjadi setelah IHSG melonjak 1,32% pada Kamis, 6 Maret 2025, ditutup di level 6.617.

Kenaikan IHSG kemarin tertopang penguatan 410 saham, sementara 184 saham melemah dan 201 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat Rp12,36 triliun, sedikit lebih rendah dari hari sebelumnya yang mencapai Rp13,33 triliun.

Sentimen Penggerak IHSG Hari Ini

Menurut riset PT CGS International Sekuritas Indonesia, aksi beli investor asing terus berlanjut dan menjadi katalis positif bagi IHSG. Pada perdagangan Kamis, net foreign buy di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp183,3 miliar.

Secara teknikal, IHSG bisa bergerak dalam rentang support 6.585–6.515 dan resistance 6.670–6.725. Kenaikan harga komoditas utama, seperti minyak mentah, batu bara, timah, minyak sawit mentah (CPO), nikel, dan tembaga juga berpotensi mendukung penguatan IHSG.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Tim riset CGS International Sekuritas memberikan rekomendasi beberapa saham potensial untuk akumulasi pembelian pada 7 Maret 2025, yaitu:

  • PWON (Pakuwon Jati)
  • MAPI (Mitra Adiperkasa)
  • AKRA (AKR Corporindo)
  • EMTK (Elang Mahkota Teknologi)
  • BRMS (Bumi Resources Minerals)

Bursa Asia dan Wall Street Melemah

Saham di bursa Asia buka secara melemah setelah indeks saham utama di Wall Street terkoreksi akibat ketidakpastian kebijakan tarif impor AS.

Kekhawatiran pasar meningkat setelah Beige Book The Fed dan data manufaktur Institute for Supply Management menunjukkan kenaikan biaya produksi.

Data ekonomi AS juga mencatat lonjakan pengumuman PHK terbesar sejak 2020, terutama di sektor otomotif dan teknologi. Saham Tesla, General Motors, dan Ford tertekan, sedangkan indeks chip mengalami koreksi 4,5%.

Di Asia, indeks Nikkei 225 Jepang turun 2,04%, Hang Seng Hong Kong melemah 1,11%, dan Kospi Korea Selatan terkoreksi 1,15%.

Sementara itu, IHSG bisa tetap bergerak mixed dengan kecenderungan menguat, meski aksi profit taking bisa menekan pergerakan indeks.

Faktor Eksternal dan Nilai Tukar Rupiah

Analis Indo Premier menilai pergerakan IHSG juga akan bergantung pada stabilitas nilai tukar rupiah. Polling Reuters menunjukkan investor masih bearish terhadap mata uang Asia, termasuk rupiah dan rupee India.

Di pasar valuta asing, indeks dolar AS (DXY) turun 0,3% ke 104,12. Sementara, perdagangan rupiah di level Rp16.339,50 per dolar AS, melemah 0,17% daripada hari sebelumnya.

Komoditas Minyak dan Emas Stabil

Harga minyak mentah dunia cenderung stabil setelah pergerakan volatil. Brent naik tipis 0,2% menjadi USD69,46 per barel. Sedangkan, WTI menguat 0,1% ke USD66,36 per barel.

Di pasar emas, harga spot melemah 0,1% ke USD2.915,83 per ounce dan emas berjangka AS bertahan di USD2.926,6 per ounce.