Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Shell Jual Semua SPBU, ini Prediksi Pengamat Energi soal Prospek Bisnis Ritel BBM di Indonesia

×

Shell Jual Semua SPBU, ini Prediksi Pengamat Energi soal Prospek Bisnis Ritel BBM di Indonesia

Sebarkan artikel ini

Pasar Indonesia masih mengutamakan BBM harga murah ketimbang bahan bakar rendah emisi.

SPBU Shell di Indonesia. Dok Antara
SPBU Shell di Indonesia. Dok Antara

Kronikdaily.com (Jakarta) — Founder ReforMiner Institute, Pri Agung Rakhmanto, melihat bisnis ritel SPBU di Indonesia tetap punya prospek positif setelah keputusan Shell melepas jaringan SPBU tidak berarti sektor itu kehilangan daya tarik bagi pemain lain.

“Bagi pelaku usaha dengan strategi dan skala yang tepat, bisnis SPBU tetap menjanjikan di masa depan,” kata Agung.

Shell Fokus ke Bisnis Rendah Emisi dan Energi Hulu

Agung menjelaskan keputusan Shell merupakan bagian dari pergeseran strategi global ke bisnis rendah karbon dan energi hulu. Namun, pasar Indonesia masih mengutamakan BBM harga murah ketimbang bahan bakar rendah emisi.

BACA JUGA: Harga BBM Pertamina Turun per 1 Juni 2025, ini Daftar Lengkapnya

Ia menilai Shell mulai melihat peluang di sektor bisnis lain yang mendukung transisi energi global. “Pasar lokal belum sepenuhnya tertarik pada BBM low carbon. Konsumen lebih memilih BBM terjangkau,” ujarnya.

SPBU Swasta Harus Bersaing Ketat dengan BBM Subsidi

Agung juga menyoroti tantangan SPBU swasta dalam menghadapi BBM bersubsidi dan jenis penugasan dari pemerintah. “Karena harga sudah diatur, SPBU swasta sulit bersaing secara skala ekonomi,” ujarnya.

Menurutnya, hal itu menjadi salah satu alasan Shell keluar dari bisnis SPBU karena tidak lagi berkembang optimal. Ia menilai strategi bisnis Shell kini lebih fokus pada pasar yang memberi pertumbuhan jangka panjang.

Rincian SPBU Shell yang Dilepas

Shell Indonesia resmi mengumumkan penjualan sekitar 200 SPBU ke perusahaan patungan Citadel Pacific Limited dan Sefas Group. Dari jumlah itu, 160 SPBU merupakan milik langsung Shell dan sisanya mitra operator. Transaksi itu rencananya rampung tahun depan. Selama masa transisi, semua layanan tetap berjalan seperti biasa.

Vice President Shell Indonesia, Susi Hutapea, menegaskan pelanggan tetap bisa mengakses BBM berkualitas di SPBU Shell.

Citadel Pacific merupakan pemegang lisensi Shell di wilayah Asia Pasifik seperti Guam, Palau, dan Hong Kong. Sefas Group juga mitra distribusi pelumas Shell terbesar di Indonesia.

Akuisisi itu akan membuat keduanya mengelola jaringan SPBU Shell menggunakan lisensi merek dan standar global. Shell tetap hadir melalui merek, meski kepemilikan bisnis operasionalnya berpindah tangan.

Pengalihan SPBU Shell Tak Ganggu Investasi Migas

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pengalihan kepemilikan itu murni aksi korporasi, bukan penutupan usaha. “Shell hanya mengganti pemilik, bisnisnya tetap berjalan seperti biasa,” tegasnya.

Bahlil menegaskan aksi itu tidak mengganggu ketersediaan dan distribusi BBM nasional. “Shell adalah entitas swasta, pemerintah tidak bisa membatasi langkah bisnis mereka,” ujarnya.