Jakarta (Kronikdaily.com) — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim sektor jasa keuangan nasional tetap kuat dengan kredit perbankan tumbuh positif di kuartal I-2025. Hal itu seiring derasnya berbagai tantangan global.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, memastikan sektor jasa keuangan Indonesia tetap stabil dan sehat. Dia menyebutkan berbagai indikator pendukung stabilitas tersebut.
Sektor jasa keuangan Indonesia tertopang permodalan kuat, likuiditas memadai, dan profil risiko yang terkendali. “Kinerja intermediasi perbankan mencatat pertumbuhan positif dengan risiko kredit yang tetap terjaga,” kata Mahendra, saat konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), beberapa waktu lalu.
BACA JUGA: Harga BBM Pertamina Turun Mulai 1 Mei 2025, Ini Daftar Lengkap
Hal itu terlihat dari kredit perbankan pada Maret 2025 yang tumbuh 9,16% secara tahunan menjadi Rp7.908,4 triliun. Pertumbuhan itu terutama dari kredit investasi yang melesat 13,36% daripada tahun sebelumnya.
Selain itu, kredit konsumsi tumbuh 9,32% dan kredit modal kerja naik 6,51% pada periode yang sama. Bahkan, kualitas kredit tetap sehat dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross sebesar 2,17% dan NPL net sebesar 0,80%. Selain itu, jumlah kredit berisiko atau loan at risk (LAR) juga stabil di level 9,86%.
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) perbankan tumbuh 4,75% menjadi Rp9.010 triliun. Komponen DPK yang terdiri dari giro, tabungan, dan deposito masing-masing mencatat pertumbuhan 7,74% dan 2,89%. Ketahanan perbankan juga terjaga dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 25,43% pada Maret 2025.
Sementara, likuiditas perbankan nasional tetap memadai dengan rasio alat likuid terhadap non core deposit mencapai 116,05%. Rasio alat likuid terhadap DPK tercatat 26,22%. Dia menegaskan rasio-rasio likuiditas tersebut jauh melebihi ketetapan batas minimal, yakni 50% dan 10%.
Atas kondisi tersebut, OJK yakin stabilitas sektor jasa keuangan nasional akan terus terjaga di tengah tantangan global. “OJK juga terus memantau dan memperkuat sektor tersebut untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan,” kata dia.











