Jakarta (Kronikdaily.com) – Investor pasar modal patut mewaspadai potensi koreksi lanjutan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu, 9 April 2025. Sebab, pada sesi sebelumnya IHSG anjlok 7,9 persen ke level 5.996.
Pada perdagangan kemarin, Selasa 8 April 2025, IHSG sempat mengalami trading halt usai turun tajam ke level 5.914 di awal perdagangan. Penurunan 9,16 persen memicu suspensi perdagangan selama 30 menit.
Hal itu sesuai aturan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menetapkan pembekuan saat IHSG turun lebih dari 8 persen. Pelemahan IHSG atas tekanan jual pada 672 saham, sementara hanya 30 saham yang naik dengan 95 saham lainnya stagnan.
Namun, nilai transaksi saham kemarin melonjak menjadi Rp20,95 triliun, naik signifikan dari perdagangan 27 Maret 2025 yang hanya Rp11,02 triliun. Volume transaksi juga meningkat drastis menjadi 22,79 miliar saham dari sebelumnya 14,12 miliar saham.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebut tekanan jual yang besar membuat IHSG menembus support dan membentuk pola lower low.
Menurut analisis teknikalnya, IHSG saat ini berada pada fase Wave (iii) dari Wave [v]. Ia memperkirakan IHSG akan menguat terbatas untuk menguji area 6.026 hingga 6.114. Namun, investor perlu waspada terhadap potensi koreksi lanjutan menuju level 5.633 hingga 5.770.
MNC Sekuritas menyarankan para trader mencermati area support di level 5.825 dan 5.742 dan resistance di kisaran 6.142 hingga 6.265.
Untuk strategi perdagangan dan IHSG hari ini, 9 April 2025, dia merekomendasikan aksi beli saat harga melemah atau Buy on Weakness (BoW) pada saham BRPT, GOTO, LSIP, dan PGAS.











