Scroll untuk baca artikel
Nasional

Begini Akar Konflik Thailand – Kamboja

×

Begini Akar Konflik Thailand – Kamboja

Sebarkan artikel ini
Tentara Kamboja dengan kendaraan lapis baja mengikuti upacara penarikan mundur militer di dekat kuil Preah Vihear, provinsi Preah Vihear, Kamboja, Rabu (18/7). ANTARA/REUTERS
Tentara Kamboja dengan kendaraan lapis baja mengikuti upacara penarikan mundur militer di dekat kuil Preah Vihear, provinsi Preah Vihear, Kamboja, Rabu (18/7). ANTARA/REUTERS

Kronikdaily.com (Jakarta) — Ketegangan di perbatasan Thailand dan Kamboja kembali meningkat. Perhatian dunia tertuju pada kawasan Kuil Preah Vihear yang sarat sejarah. Kuil itu berdiri di titik strategis perbatasan kedua negara. Lokasinya memicu sengketa yang berlangsung selama puluhan tahun.

Kuil Preah Vihear merupakan kompleks Hindu kuno. Pembangunnya mendedikasikan kuil itu untuk Dewa Siwa. Arsitektur kuil menghadap ke dataran rendah Kamboja. Letak geografis itu memperkuat klaim Kamboja atas kawasan tersebut.

UNESCO menetapkan Preah Vihear sebagai Situs Warisan Dunia. Lembaga itu menilai keaslian dan nilai budayanya sangat tinggi.

Sengketa Batas yang Tak Pernah Selesai

Masalah utama muncul dari garis perbatasan. Perjanjian tahun 1907 menjadi akar konflik kedua negara. Peta era kolonial Prancis menempatkan kuil di wilayah Kamboja.

Thailand kemudian menolak interpretasi tersebut. Thailand sempat menguasai kuil pada 1954. Situasi itu memicu sengketa hukum internasional.

Putusan Mahkamah Internasional

Mahkamah Internasional mengeluarkan putusan penting pada 1962. Pengadilan menetapkan Kuil Preah Vihear milik Kamboja. Meski demikian, Thailand tetap mempermasalahkan wilayah di sekitar kuil. Klaim itu memicu ketegangan berulang.

Bentrokan besar kembali terjadi pada 2008. Insiden itu menewaskan korban dari kedua pihak.

Peringatan UNESCO dan Risiko Kerusakan

UNESCO meminta Thailand dan Kamboja menahan diri. Konflik bersenjata berisiko merusak warisan dunia tersebut. Lembaga itu menegaskan kewajiban perlindungan situs budaya. Hukum internasional mengatur tanggung jawab kedua negara.

Aktivitas militer di kawasan bersejarah meningkatkan ancaman kerusakan permanen. Dunia internasional terus memantau situasi.

Simbol Identitas dan Kepentingan Nasional

Bagi Thailand dan Kamboja, Preah Vihear bukan sekadar situs sejarah. Kuil itu menjadi simbol identitas nasional. Kawasan itu juga memiliki nilai spiritual tinggi.

Masyarakat menganggapnya sebagai pusat keagamaan penting. Setiap klaim sepihak sering memicu reaksi keras. Situasi itu meningkatkan risiko konflik terbuka.

Ketegangan terbaru menunjukkan rapuhnya hubungan perbatasan. Upaya dialog menjadi solusi paling realistis. Pendekatan diplomatik dapat mencegah eskalasi militer. Perlindungan warisan budaya harus menjadi prioritas bersama.