Jakarta — Fenomena langit yang menakjubkan akan terjadi pada 14 Maret 2025, yaitu Blood Moon atau gerhana bulan total. Blood Moon terjadi saat bulan berada dalam bayangan Bumi sepenuhnya.
Cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi tersebar, sehingga hanya cahaya merah yang mencapai permukaan bulan. Akibatnya, bulan yang biasanya berwarna putih tampak merah atau cokelat kemerahan di langit malam.
Warna merah pada Gerhana Bulan Total bisa bervariasi tergantung tingkat polusi udara, tutupan awan, dan partikel di atmosfer. Semakin banyak polusi dan debu, warna merah akan terlihat lebih pekat.
Peristiwa itu bisa masyarakat saksikan di seluruh wilayah Amerika Serikat. Kemudian, sebagian wilayah Eropa, Asia, Australia, Amerika Selatan, Pasifik, dan Afrika hanya akan mengalami gerhana bulan sebagian.
Fenomena astronomi lain pada Maret 2025
Selain Blood Moon, beberapa fenomena langit menarik lainnya juga akan terjadi pada bulan Maret 2025, di antaranya:
- 8 Maret: Merkurius mencapai elongasi timur terbesarnya dari Matahari, terbaik untuk diamati setelah matahari terbenam.
- 9 Maret: Konjungsi antara Venus dan Merkurius, membuat kedua planet tampak lebih dekat di langit.
- 17 Maret: Bulan mencapai titik terjauh dari Bumi (apogee), sehingga tampak lebih kecil dari biasanya.
- 20 Maret: Ekuinoks vernal menandai pergantian musim semi di belahan Bumi utara dan musim gugur di belahan Bumi selatan.
- 23 Maret: Cincin Saturnus tampak menghilang karena sudut kemiringannya sejajar dengan Bumi.
- 25 Maret: Komet 21P/Giacobini-Zinner mencapai titik terdekatnya dengan Matahari.
- 29 Maret: Gerhana matahari sebagian bersamaan dengan fase bulan baru.
Fenomena astronomi ini menjadi momen langka yang sayang untuk terlewatkan begitu saja. Pengamat langit dan fotografer bisa memanfaatkannya untuk mendapatkan gambar menakjubkan.







