Washington (Kronikdaily.com) — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjukkan ketidakpuasan terhadap bank sentral AS, The Fed. Ia bahkan mengancam akan memecat Jerome Powell, Ketua The Fed, yang masa jabatannya akan berakhir pada Mei 2026.
Trump menginginkan pemangkasan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama setelah menerapkan kebijakan tarif tinggi. Namun, The Fed belum juga mengambil langkah pemangkasan suku bunga.
“Kalau saya ingin dia (Jerome Powell) keluar, dia akan keluar dengan sangat cepat, percaya lah,” ujar Trump, menandakan ketegangan yang semakin memuncak.
BACA JUGA: Strategi Investasi Saat Gejolak Politik dan Ekonomi 2025, ini Saran Para Ahli
Para analis memperkirakan ancaman Trump akan mengguncang pasar keuangan dan menambah ketegangan antara Gedung Putih dan The Fed.
Kepala ekonom di Wolfe Research, Stephanie Roth, menganggap The Fed dan Gedung Putih pasti akan berselisih. Namun, ia meragukan The Fed akan tunduk pada tekanan politik.
Ekonom juga sepakat kebijakan tarif Trump yang mencakup 10 persen untuk impor dari banyak negara berpotensi meningkatkan harga dan memperlambat pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek.
Selain itu, kebijakan tersebut bisa membuat inflasi jauh dari target jangka panjang The Fed, yaitu dua persen. Akibatnya, The Fed kemungkinan tidak akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat.
Roth juga menegaskan Trump tidak memiliki wewenang untuk memecat Powell atau anggota lain dari komite penentu suku bunga The Fed tanpa alasan yang sah. Sistem The Fed, yang ada lebih dari seratus tahun, terancang untuk menjaga independensi bank sentral AS dari pengaruh politik.
“Independensi sangat krusial bagi The Fed. Negara-negara yang tidak memiliki bank sentral yang independen cenderung memiliki mata uang yang lebih lemah dan suku bunga yang lebih tinggi,” ungkap Roth.
Kritik Kebijakan Tarif Trump
Sebelumnya, Powell mengkritik kebijakan tarif Trump, dengan menyatakan perubahan kebijakan yang pemerintahan Trump lakukan sangat mendasar dan lebih besar dari perkiraan. Kebijakan tarif Donald Trump itu menempatkan The Fed dalam kondisi yang belum pernah AS hadapi, yaitu potensi stagflasi.
Komentar Powell serupa dengan pernyataan pejabat The Fed lainnya dalam beberapa minggu terakhir. Mereka memperingatkan tarif impor yang Trump terapkan dapat meningkatkan inflasi dan mendorong angka pengangguran.







