Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Bukan Insentif, Purbaya Bongkar Strategi Baru Dongkrak Penjualan Mobil 2026

×

Bukan Insentif, Purbaya Bongkar Strategi Baru Dongkrak Penjualan Mobil 2026

Sebarkan artikel ini

Kondisi ekonomi akan membaik seiring dorongan pertumbuhan menuju level 6 persen.

Mobil listrik BYD. Antara
Mobil listrik BYD. Antara

Kronikdaily.com (Jakarta) — Pemerintah mulai menyiapkan strategi baru untuk mengangkat pasar otomotif nasional pada 2026. Langkah itu muncul setelah penjualan mobil sepanjang 2025 terus melemah.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menilai pelemahan pasar otomotif terjadi akibat perlambatan ekonomi nasional. Untuk itu, masalah utama bukan pada kebijakan insentif. Kondisi ekonomi akan membaik seiring dorongan pertumbuhan menuju level 6 persen.

Simak Mobil Bekas Paling Diburu di Indonesia 2025

Purbaya menegaskan pemerintah akan mendorong ekonomi tumbuh lebih cepat pada 2026. Pertumbuhan tersebut bisa langsung berdampak pada konsumsi masyarakat.

Ia menyebut peningkatan daya beli akan menggerakkan kembali penjualan kendaraan. Pasar otomotif diproyeksikan kembali mencatatkan pertumbuhan dengan ekonomi yang lebih kuat. Penjualan mobil berpeluang kembali positif pada tahun depan.

Simak Berita Ekonomi Lainnya 

Data Penjualan Mobil Masih Tertekan

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan tekanan pasar belum mereda. Penjualan mobil secara wholesales selama Januari hingga November 2025 turun 9,6 persen.

Total distribusi kendaraan hanya mencapai 710.084 unit. Angka itu lebih rendah daripada periode sama tahun sebelumnya. Penjualan ritel juga mengalami penurunan 8,4 persen. Penjualan tercatat 739.977 unit selama 11 bulan 2025.

Pemerintah Tak Andalkan Insentif Fiskal

Purbaya menegaskan pemerintah tidak menjadikan insentif sebagai tumpuan utama. Ia menyebut perbaikan ekonomi menjadi faktor paling menentukan. Penjualan kendaraan akan pulih seiring daya beli masyarakat yang meningkat.

Pendekatan itu akan lebih berkelanjutan. Kementerian Keuangan hingga kini pun belum menerima proposal insentif otomotif untuk 2026.

Dia menyatakan pemerintah akan mengkaji setiap usulan secara menyeluruh. Kajian akan mencakup dampak ke penjualan, produksi, dan penyerapan tenaga kerja. Pemerintah ingin memastikan kebijakan benar-benar efektif. Keputusan tidak akan tanpa dasar analisis yang kuat.

Pelaku Industri Masih Berharap Insentif

Dari sisi industri, harapan terhadap insentif fiskal belum sepenuhnya hilang. PT Toyota Astra Motor masih mendorong adanya stimulus pemerintah.

Marketing Director TAM, Jap Ernando Demily, menilai insentif pernah terbukti efektif. Ia mencontohkan relaksasi PPnBM pada 2021. Kebijakan tersebut berhasil mendorong penjualan mobil tumbuh signifikan.

Ernando menekankan pentingnya evaluasi kebijakan insentif yang berjalan. Insentif harus memperkuat industri jangka panjang. Insentif elektrifikasi perlu dikaji ulang dampaknya terhadap pasar.

Kebijakan tidak boleh hanya mengejar penjualan jangka pendek. Pendekatan menyeluruh dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan industri otomotif nasional.