Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Jumlah Perusahaan yang Naikkan Gaji Karyawan Rendah, ini Alasannya

×

Jumlah Perusahaan yang Naikkan Gaji Karyawan Rendah, ini Alasannya

Sebarkan artikel ini

Pada 2022 menjadi titik balik bagi banyak pelaku bisnis mendorong perusahaan menaikkan gaji lebih besar pada tahun berikutnya.

Buruh / karyawan / pekerja Indonesia. Ilustrasi
Buruh / karyawan / pekerja Indonesia. Ilustrasi

Jakarta (Kronikdaily.com) — Tren penyesuaian gaji karyawan di Indonesia mengalami perlambatan sepanjang 2024. Laporan terbaru Jobstreet by SEEK Indonesia mencatat hanya 75 persen perusahaan yang menaikkan gaji karyawan tahun ini, turun dari 86 persen pada 2023.

Penurunan itu muncul karena banyak perusahaan memberikan kenaikan signifikan pada 2023, pasca pemulihan ekonomi setelah pandemi. Pada 2022 menjadi titik balik bagi banyak pelaku bisnis mendorong perusahaan menaikkan gaji lebih besar pada tahun berikutnya.

Namun, kondisi ekonomi global yang menantang mendorong perusahaan kembali menyesuaikan strategi kompensasi. Kenaikan gaji pada 2024 didominasi angka kecil, rata-rata antara 1 hingga 5 persen. Kenaikan itu sedikit melampaui tingkat inflasi nasional pada 2023 yang berada di angka 3,67 persen.

Selain gaji, laporan Hiring, Compensation, and Benefits Report 2025 juga menyoroti tren promosi jabatan. Ada 62 persen perusahaan memberikan promosi kepada karyawan selama 2024, menurun dari 67 persen di tahun sebelumnya.

Mayoritas karyawan yang mendapat promosi menerima kenaikan gaji lebih dari 6 persen. Namun, lebih banyak karyawan hanya menerima kenaikan 1 hingga 5 persen dari tahun lalu. Meski begitu, promosi tetap menjadi strategi utama untuk menjaga motivasi karyawan dan mendorong loyalitas terhadap perusahaan.

Sementara itu, kabar baik datang dari sisi bonus. Sebab, 80 persen perusahaan tetap memberikan bonus kepada karyawan pada 2024. Bentuk bonus bervariasi dengan bonus kinerja masih menjadi pilihan utama.

Jumlah rata-rata bonus juga meningkat menjadi sekitar tiga bulan gaji, naik dari 2,4 bulan di tahun sebelumnya. Hal itu menunjukkan perusahaan masih berupaya menjaga kesejahteraan karyawan meski harus melakukan efisiensi dalam aspek lainnya.

Perusahaan kini lebih selektif dalam menentukan kebijakan kenaikan gaji maupun promosi. Faktor kondisi pasar, daya beli masyarakat, serta keberlanjutan bisnis menjadi pertimbangan utama.

Jobstreet menyarankan perusahaan tetap terbuka dan transparan terhadap karyawan terkait alasan di balik keputusan tersebut. Komunikasi yang jujur dapat menjaga kepercayaan dan memperkuat hubungan antara perusahaan dan pekerja.