Jakarta (Kronikdaily.com) — Raksasa otomotif Jepang, Nissan, mengumumkan langkah besar dalam restrukturisasi globalnya. Nissan akan menutup tujuh pabrik di berbagai negara serta PHK karyawan secara signifikan.
Langkah itu sebagai bagian dari strategi efisiensi menyeluruh pimpinan CEO baru perusahaan, Ivan Espinosa. Nissan kini fokus pada konsolidasi produksi dan pemangkasan biaya operasional.
Dampak paling besar terasa di Jepang, India, Argentina, hingga Afrika Selatan. Perusahaan juga mempertimbangkan pengurangan fasilitas produksi di Meksiko.
Nissan Rombak Produksi Global, Tutup 7 Pabrik
Nissan tengah mempertimbangkan penutupan dua pabrik besar di Jepang. Pabrik pertama yakni Oppama, yang beroperasi sejak 1961, dan kedua adalah Pabrik Shonan milik Nissan Shatai.
Jika rencana itu berjalan, Nissan akan hanya memiliki tiga pabrik di Jepang, yaitu Tochigi, Nissan Motor Kyushu, dan Nissan Shatai Kyushu.
Pabrik Oppama memiliki kapasitas tahunan 240.000 unit dan mempekerjakan sekitar 3.900 orang. Pabrik itu juga menjadi tempat produksi pertama mobil listrik Nissan Leaf pada 2010.
Sementara Pabrik Shonan berkapasitas 150.000 unit per tahun dan mempekerjakan 1.200 orang. Pabrik itu berfokus pada produksi kendaraan niaga seperti van.
Negara Lain Juga Terkena Imbas: India, Argentina, Afrika Selatan
Di luar Jepang, Nissan mengkaji penutupan pabrik di Afrika Selatan, India, dan Argentina. Perusahaan juga sedang mengevaluasi dua dari empat fasilitas di Meksiko.
Langkah itu menunjukkan Nissan kini berfokus pada sentralisasi produksi. Misalnya, produksi truk Nissan Frontier dan Navara akan berpusat di pabrik Civac, Meksiko.
Langkah tersebut bertujuan memangkas biaya logistik dan memaksimalkan efisiensi jalur produksi global Nissan.
PHK 15 Persen Karyawan, Produksi Global Dipangkas
Sebagai bagian dari strategi besar ini, Nissan juga akan melakukan PHK terdapat 15 persen karyawan secara global. Jumlah pabrik produksi pun akan berkurang dari 17 menjadi hanya 10.
Perusahaan mengumumkan mereka tidak akan memberi komentar resmi terhadap laporan penutupan tertentu. Namun, Nissan memastikan akan menyampaikan setiap perkembangan kepada publik secara transparan.
Penjualan Turun Drastis, Nissan Perlu Langkah Cepat
Penjualan kendaraan Nissan pada tahun fiskal 2024 hanya mencapai 3,3 juta unit. Angka itu turun hingga 42 persen daripada penjualan tahun fiskal 2017.
CEO baru Nissan, Ivan Espinosa, ingin membawa perusahaan kembali ke jalur keuntungan melalui langkah efisiensi yang tegas dan agresif.
Aliansi dengan Renault juga mengalami perubahan. Renault akan membeli kembali sahamnya di bisnis gabungan Nissan-Renault di India.
Gaya Baru Nissan: Fokus Untung, Bukan Ekspansi
Langkah itu berbanding terbalik dengan strategi mantan CEO Makoto Uchida. Di bawah Uchida, Nissan fokus pada ekspansi global dan enggan menutup pabrik dalam negeri. Namun di bawah Ivan Espinosa, arah bisnis Nissan berubah total. Fokusnya kini pada efisiensi, pengurangan biaya, dan pemulihan profitabilitas.











