Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Perekonomian Lampung 2025 Tumbuh 5,47%, ini Pemicunya

×

Perekonomian Lampung 2025 Tumbuh 5,47%, ini Pemicunya

Sebarkan artikel ini

Sementara, nilai PDRB atas dasar harga konstan tercatat Rp69,56 triliun.

Kepala BPS Lampung, Ahmadriswan Nasution. Dok BPS
Kepala BPS Lampung, Ahmadriswan Nasution. Dok BPS

Bandar Lampung (Kronikdaily.com) — Perekonomian Provinsi Lampung mencatat pertumbuhan signifikan hingga 5,47 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y) pada Triwulan I-2025. Pertumbuhan ekonomi itu menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung.

Kepala BPS Lampung, Ahmadriswan Nasution, mengatakan nilai produk domestik regional bruto (PDRB) Lampung mencapai Rp121,70 triliun atas dasar harga berlaku. Sementara, nilai PDRB atas dasar harga konstan tercatat Rp69,56 triliun.

Nilai itu mengalami kontraksi 1,11 persen secara kuartalan (quarter-to-quarter/q-to-q) daripada Triwulan IV-2024. Namun, secara tahunan ekonomi justru menunjukkan tren positif. “Pertumbuhan ekonomi Lampung tersebut terdorong dengan tiga sektor utama,” kata Ahmad.

BACA JUGA: Manufaktur Indonesia Anjlok, ini Langkah Pemerintah Hadapi Dampak Perang Dagang

Pertama, pertanian yang menyumbang 24,37 persen terhadap struktur PDRB. Sektor itu memberi kontribusi pertumbuhan 1,20 persen. Lalu, industri pengolahan memiliki peran 19,52 persen dan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi, yaitu 1,61 persen. Selanjutnya, perdagangan yang memberikan kontribusi 14,95 persen terhadap PDRB, dengan sumber pertumbuhan 0,98 persen.

Kenaikan produksi padi menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan sektor pertanian. Survei Kerangka Sampel Area (KSA) mencatat peningkatan produksi padi hingga 111,21 persen secara tahunan. Siklus panen kembali normal setelah fenomena El Nino berakhir.

Sisi Pengeluaran

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap dominan. Pengeluaran konsumsi rumah tangga (PKRT) menyumbang 64,79 persen dari total PDRB. Komponen itu tumbuh 5,06 persen secara tahunan dan menjadi penyumbang pertumbuhan 3,17 persen.

Sektor ekspor juga menunjukkan peran penting dengan tumbuh 12,96 persen secara tahunan. Kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 118,10 persen. “Momentum Ramadan dan hari besar keagamaan nasional, seperti hari raya Idulfitri ikut meningkatkan konsumsi dan mobilitas masyarakat,” ujarnya.

Secara kuartalan, beberapa sektor tumbuh positif, mulai dari jasa keuangan yang naik 4,71 persen, administrasi pemerintahan tumbuh 3,96 persen, serta transportasi dan pergudangan meningkat 3,31 persen.

Namun, sektor tertentu mengalami tekanan ekonomi, seperti pengadaan listrik dan gas turun 10,65 persen, jasa lainnya menurun 8,54 persen, dan sektor konstruksi terkontraksi 4,97 persen.

Dari sisi investasi, penanaman modal dalam negeri (PMDN) melonjak 33,26 persen (y-on-y) dan 49,49 persen (q-to-q). Sebaliknya, penanaman modal asing (PMA) menurun 17,55 persen secara tahunan, meski tumbuh 11,59 persen secara kuartalan.

Impor luar negeri ke Lampung juga melonjak. Nilainya meningkat 142,83 persen secara tahunan dan 141,57 persen secara kuartalan. Volume impor turut naik 44,60 persen (y-on-y) dan 38,29 persen (q-to-q).

Secara keseluruhan, perekonomian Lampung menunjukkan pemulihan kuat. Dorongan konsumsi domestik, peningkatan ekspor, dan investasi dalam negeri menjadi pilar utama yang menopang pertumbuhan daerah.