Jakarta (Kronikdaily.com) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan tren penguatan pada hari pertama perdagangan usai libur lebaran Idulfitri 2025, Selasa, 8 April 2025. IHSG sebelumnya naik 0,59 persen ke posisi 6.510 pada penutupan perdagangan Kamis, 27 Maret 2025, menjelang libur Lebaran.
Penguatan indeks terjadi berkat kenaikan harga pada 359 saham. Sementara 230 saham melemah dan 206 saham stagnan. Total nilai transaksi menurun signifikan menjadi Rp11,02 triliun dari Rp34,46 triliun sehari sebelumnya.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebut IHSG menguat karena volume beli meningkat dan pergerakan melampaui garis MA20. Volume transaksi terakhir sebelum libur tercatat sebanyak 14,12 miliar saham, turun dari 30,84 miliar saham sebelumnya.
Menurut Herditya, secara teknikal IHSG berada di awal Wave B dari Wave (Y), dalam skenario terbaik atau skenario merah.
Ia menilai peluang penguatan IHSG masih terbuka dengan target resistance di kisaran 6.557 hingga 6.938. Namun, ia mengingatkan potensi koreksi tetap ada jika IHSG tidak mampu mempertahankan momentum penguatan.
Pada skenario hitam, IHSG pada 8 April 2025 juga berisiko terkoreksi ke kisaran support 5.879–5.975, dengan support utama di level 5.967 dan 5.825. Sementara itu, resistance IHSG berada di level 6.557 dan 6.707, yang menjadi acuan penting bagi para trader.
Rekomendasi Saham Hari ini
Untuk strategi perdagangan hari ini, MNC Sekuritas menyarankan trader menggunakan pendekatan “Buy on Weakness”.
Rekomendasi pembelian saham sebaiknya saat harga melemah, seperti ASII, BMRI, dan PNLF. Selain itu, MAPI juga layak masuk pertimbangan dengan status “Speculative Buy” untuk trader agresif.
Para investor juga harus tetap mencermati kondisi teknikal dan fundamental untuk memaksimalkan potensi keuntungan.











