Jakarta (Kronikdaily.com) — Langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberlakukan tarif impor China membuat banyak perusahaan teknologi besar tertekan. Kebijakan itu memicu ketegangan baru dalam perang dagang antara dua raksasa ekonomi dunia tersebut.
Trump menetapkan tarif hingga 145 persen untuk produk asal China. Selain itu, pemerintahannya memperketat ekspor chip kecerdasan buatan (AI) dan teknologi strategis ke China.
Keputusan itu langsung mengguncang sektor teknologi global, terutama perusahaan yang bergantung pada manufaktur dan pasar konsumen China.
BACA JUGA: Prediksi Sri Mulyani Terkait Dampak Tarif Impor Donald Trump
Beberapa perusahaan besar yang terkena dampak serius antara lain Qualcomm, Intel, Apple, dan Amazon. Bahkan, perusahaan Korea Selatan seperti Samsung mulai merasakan bayang-bayang kerugian akibat ketidakpastian tersebut.
Analis dari D.A Davidson, Gil Luria, menyatakan dampak tarif akan lebih besar terhadap perusahaan yang menjual produk langsung ke konsumen. “Google dan Microsoft cenderung aman karena fokus pada layanan cloud dan bisnis korporat, bukan produk konsumen,” ujar Luria, mengutip dari Reuters.
Sementara itu, Apple punya sedikit pilihan untuk menghindari efek negatif tarif tersebut. Apple berencana memindahkan sebagian produksi iPhone ke India guna mengurangi ketergantungan pada pabrik di China. Meski begitu, strategi itu belum tentu langsung menyelamatkan margin keuntungan Apple di tengah tekanan biaya.
Amazon pun tak luput dari imbas perang dagang. Banyak penjual pihak ketiga di platformnya berasal dari China. Para penjual itu kini menahan diri untuk memberi diskon besar dan lebih fokus menjaga margin keuntungan. Hal itu berpotensi mengurangi daya tarik belanja online di platform Amazon.
Namun, tidak semua raksasa teknologi merugi. Microsoft, Google (Alphabet), dan Meta (yang membawahi Facebook, WhatsApp, dan Instagram) justru mencatatkan pertumbuhan kuat pada kuartal pertama 2025. Kinerja positif mereka tertopang peningkatan permintaan teknologi AI di kalangan korporat dan konsumen.
AI Mendatangkan Profit
Laporan keuangan menunjukkan AI mulai mendatangkan profit yang signifikan. Microsoft sukses menjual layanan AI lewat Azure, Google meraup pendapatan besar dari produk AI cloud, dan Meta memanfaatkan AI untuk monetisasi konten serta iklan.
Washington memang belum memasukkan produk elektronik dalam daftar tarif 145 persen. Namun, pemerintahan Trump memberi sinyal akan mengumumkan kebijakan baru dalam waktu dekat. Jika kebijakan itu mencakup sektor elektronik, tekanan terhadap perusahaan, seperti Apple dan Amazon bisa meningkat lebih tajam.
Sektor teknologi global saat ini berada dalam ketidakpastian tinggi. Perusahaan teknologi perlu segera menyusun strategi untuk mengatasi tekanan geopolitik dan mempertahankan daya saing di tengah dinamika perang dagang yang semakin kompleks.







