Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Maskapai Murah Siapkan Tiket Berdiri, Begini Posisi Penumpang di Pesawat

×

Maskapai Murah Siapkan Tiket Berdiri, Begini Posisi Penumpang di Pesawat

Sebarkan artikel ini

Kursi itu sebagai Skyrider 3.0, versi terbaru dari desain pelana yang pertama kali meluncur pada 2018.

TIKET MURAH MASKAPAI. Petugas maskapai merapikan kursi pesawat sebelum penerbangan. Maskapai berbiaya rendah terus berinovasi untuk memangkas pengeluaran, termasuk menghapus makanan gratis dan membatasi tas kabin. ANTARA FOTO/AZMI SAMSUL MAARIF
TIKET MURAH MASKAPAI. Petugas maskapai merapikan kursi pesawat sebelum penerbangan. Maskapai berbiaya rendah terus berinovasi untuk memangkas pengeluaran, termasuk menghapus makanan gratis dan membatasi tas kabin. ANTARA FOTO/AZMI SAMSUL MAARIF

Kronikdaily.com (Jakarta) — Maskapai berbiaya rendah terus berinovasi untuk memangkas pengeluaran, termasuk menghapus makanan gratis dan membatasi tas kabin. Langkah terbaru yang muncul adalah menjual tiket pesawat berdiri dengan kursi khusus yang disebut Skyrider 3.0.

 Skyrider 3.0: Kursi Pelana Hanya untuk Bersandar

Beberapa maskapai murah di Eropa berencana mengurangi jumlah kursi ekonomi dan menggantinya dengan kursi berdiri. Kursi itu sebagai Skyrider 3.0, versi terbaru dari desain pelana yang pertama kali meluncur pada 2018.

Skyrider memungkinkan penumpang untuk hanya bersandar dengan sudut kemiringan sekitar 45 derajat. Desain itu untuk menambah kapasitas penumpang dalam satu pesawat dengan tetap memenuhi standar keselamatan.

BACA JUGA: Pemerintah Klaim LG Bukan Mundur dari Proyek Baterai EV, ini Alasan Sebenarnya

Diterapkan Mulai 2026

Menurut laporan Euro Weekly News, kursi berdiri itu bisa mulai beroperasi pada 2026. Skyrider 3.0 hanya menyediakan ruang 23 inci untuk kaki penumpang. Sebagai perbandingan, kursi ekonomi biasa memiliki ruang sekitar 30 inci.

Pihak produsen mengklaim inovasi itu memungkinkan maskapai menampung hingga 20 persen lebih banyak penumpang.

 Produksi Avio Interiors Italia

Kursi itu dari pengembangan perusahaan Italia Avio Interiors. Versi awalnya terpamerkan di Aircraft Interiors Expo di Hamburg pada 2018.

Skyrider lebih ringan 50 persen dari kursi pesawat biasa dan memiliki komponen lebih sedikit, sehingga perawatannya lebih mudah. Avio Interiors menyebut desain itu cocok untuk penerbangan jarak pendek, bukan untuk penerbangan berjam-jam.

 Harga Tiket Jauh Lebih Murah

Maskapai belum merilis harga pasti untuk tiket berdiri tersebut. Namun, prediksi harga jauh lebih murah daripada tiket reguler.

Kompensasinya, penumpang tidak bisa duduk dan ruang geraknya sangat terbatas.

 Warganet: Bukan Inovasi, Tapi Penyiksaan

Desain itu memicu kontroversi sejak perkenalan. Banyak warganet mengkritik kursi itu sebagai bentuk “penyiksaan modern”.

Unggahan Instagram Avio Interiors pada 2018 menunjukkan kursi itu dan netizen langsung membanjirinya dengan komentar pedas. “Desainer kursi itu seharusnya wajib mencoba sendiri naik pesawat dengan kursi ini,” tulis salah satu pengguna.

Pengguna lain berkomentar, “Saya lebih baik naik kereta seumur hidup daripada naik pesawat pakai kursi seperti ini.”

 Apakah Maskapai Akan Kursi Berdiri?

Meski menuai kritik, beberapa maskapai tetap tertarik menggunakan Skyrider 3.0 untuk rute jarak pendek. Tujuannya demi menekan biaya operasional dan menjual tiket lebih murah di pasar yang makin kompetitif.

Namun, keputusan akhir penerapan tiket berdiri pesawat itu tetap bergantung pada uji kelayakan, peraturan keselamatan, dan reaksi dari publik serta regulator penerbangan.