Jakarta (Kronikdaily.com) — Sejumlah rekomendasi saham untuk investor di tengah potensi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bisa menguat pada perdagangan Kamis, 13 Maret 2025. IHSG berpotensi melanjutkan tren positif setelah kemarin naik 1,82 persen ke level 6.665.
Penguatan itu dengan dorongan kenaikan 283 saham dan 304 saham melemah serta 210 saham stagnan. Sementara, nilai transaksi meningkat menjadi Rp9,87 triliun dari sehari sebelumnya Rp9,77 triliun.
Faktor Pendorong Kenaikan IHSG
1. Sentimen Positif dari Wall Street
Mayoritas indeks utama di bursa Wall Street menguat, terutama saham teknologi seperti Nvidia, AMD, Meta, dan Tesla. Indeks Nasdaq melonjak 1,22 persen, S&P 500 naik 0,49 persen, sedangkan Dow Jones turun 0,2 persen.
2. Aksi Beli Investor Asing
Investor asing mencatatkan net buy Rp188,05 miliar di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI), memberikan dorongan bagi IHSG.
3. Pengaruh Data APBN KiTa
Investor akan mencermati konferensi pers APBN KiTa Januari 2025 yang Kementerian Keuangan selenggarakan pukul 10.00 WIB. Menteri Keuangan dan Wakil Menkeu juga bakal menyampaikan update mengenai kondisi fiskal.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Sementara itu, tim Riset PT CGS International Sekuritas menyarankan akumulasi pembelian saham MYOR, SIDO, ERAA, AKRA, BBCA, dan BBRI.
Selain itu, Fanny Suherman, Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, menyebut IHSG berpotensi menembus resistance 6.700, dengan support di 6.550-6.625 dan resistance di 6.700-6.740.
Dia turut memberikan rekomendasi saham dengan strategi speculative buy untuk perdagangan pada Kamis, 13 Maret 2025, yaitu:
1. BBRI – Area beli Rp3.850, cut loss di bawah Rp3.800, target Rp3.940-4.000.
2. WIFI – Area beli Rp1.600-1.625, cut loss di bawah Rp1.580, target Rp1.660-1.700.
3. MBMA – Area beli Rp270-280, cut loss di bawah Rp265, target Rp290-298.
4. RATU – Area beli Rp4.800-5.150, cut loss di bawah Rp4.800, target Rp5.300-5.500.
5. JPFA – Area beli Rp2.080-2.100, cut loss di bawah Rp2.080, target Rp2.140-2.180.
6. CUAN – Area beli Rp7.375, cut loss di bawah Rp7.250, target Rp7.450-7.550.











